Minggu, 27 Februari 2011

Social Network (2010)

Ada lagi film yang dinobatkan sebagai nominasi OSCAR 2011 kategori Best Picture dan Actor In Leading Role. Sejak trailernya tersebar di internet, saya berpikir : Apakah ini kisah nyata dari seorang Mark Zuckerberg si empunya Facebook itu? Nyatanya tidak walaupun sekilas memang mirip kisah sebenarnya yang menyebutkan nama Google, Napster dan MySpace di filmnya. Ceritanya diambil dari "Accidental Billionaire" yang memang jelas tertulis di credit title waku opening. Tidak ada sesuatu yang menarik pun dalam trailernya. Tapi karena saya adalah satau satu dari jutaan pemakai Facebook, jadi sepertinya saya wajib menonton film ini.

Dari 5 menit awal saya memikirkan para penonton awam yang tidak mengerti apa itu istilah IT mengenai bit, hex, delphi dan sebagainya. Ditambah lagi oleh logika dan analogi pemrograman, pasti langsung mengecap film ini akan membosankan. Ceritanya yang berat dan "agaknya" bertele-tele membuat film ini menurut saya kurang gereget. Ya, mau dikata apa lagi... memang kenyataannya ini film drama. Memang, hikmah yang bisa diambil dari film ini sungguh baik tapi sayangnya hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan saja. Peran Jesse Eisenberg yang tidak terlalu fantastis cukup membuat saya heran, mengapa OSCAR memasukkan namanya dalam nominasi aktor terbaik.

Entahlah, untuk kali ini saya tidak bisa menyetujui rating yang dibuat imdb.com yaitu 8.1/10 di web nya menurut para penonton di Amerika. Sungguh, tidak ada yang istimewa di film ini walaupun saya akui maksud ceritanya yang menarik. Dari total durasi 2 jam, mungkin saya hanya menikmati inti ceritanya yang hanya kurang dari 1 jam. Dan hal ini membuat saya agak sulit untuk menilai.

Dan akhirnya saya setuju memberi nilai : 6.3/10 (Tunggu di TV saja)

-Didiet Triquetra-

Sabtu, 26 Februari 2011

Buried (2010)

Begitu melihat posternya, saya langsung penasaran karena tidak terlalu jelas apa yang diceritakan di posternya tetapi terdapat beberapa pujian dari kritikus terpampang di posternya. Apakah kritikus bisa dipercaya? Oleh karena itu saya membuktikannya. Dengan hunting sinopsis ke beberapa web, terlihat jalan cerita yang tidak terlalu berat karena hanya memiliki satu masalah saja. Justru, film dengan satu masalah yang bisa menjadi besar itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Akhirnya saya mendapatkan trailernya yang agaknya... masih tidak terlalu jelas. Saya berpikir, mungkin ada sesuatu yang disembunyikan dan harus menonton filmnya agar tahu jalan ceritanya.

Berawal dari rasa penasaran dan rasa haus akan film berkualitas lainnya dari Lionsgate, akhirnya saya putuskan untuk menontonnya. Sejak credit title di opening, penonton masih dibuat penasaran oleh animasi tulisan dan musik kontemporer khas film suspense. Diawali blackout pada screen dari menit pertama saja sudah membuat penonton gelisah. Pada saat itu pula saya sudah merasakan dampak film ini, keren. Suara engahan Ryan Reynolds dan gemeretak kayu sangat nyata terdengah membuat suasana makin mencekam. Saya bisa mengira apa yang dirasakan oleh penonton yang phobia dengan ruang sempit, pasti film ini sangat menakutkan.

Saya tak akan membahas jalan cerita filmnya disini, karena memang sangat unik dan tidak bisa diceritakan. Tatanan suara dan gambar yang menawan sangat membuat saya terperangah. Lighting yang sangat kreatif menyempurnakan film ini. Walaupun memang tetap saja ada kekurangan tapi dapat ditutupi oleh permainan actor kelas Hollywood ini. Musik khas suspense sangat tepat menemani keseraman film ini. Bila Anda melewatkan 5 menit awal film ini, pasti tidak akan nyaman karena runutan cerita yang saling berkaitan. Bagi yang mengharapkan tembak-tembakan, kejar-kejaran ataupun cium-ciuman mohon lupakan dulu karena tidak akan ditemukan di film ini. 

Dengan ini saya memberi nilai : 8,3 WAJIB DIKOLEKSI! 

Seperti yang saya tulis diatas, lupakan cerita standard (tembak-tembakan, kejar-kejaran ataupun cium-ciuman) untuk menikmati film ini.

-Didiet Triquetra-