Rabu, 04 Juli 2012

Bikin Film Yuk!

Dari jaman kecil sampe sekarang saya sudah suka banget sama film. Entah itu cuma nonton, lihat orang shooting sampe komentarin film. Tapi ada 1 hal yang baru kesampaian baru-baru ini, yaitu bikin film sendiri. Sebenernya udah dari jaman dulu mau mulai tapi terbentur waktu, alat, cerita dan pemainnya. Tapi beruntunglah saya karenabertemu orang-orang yang mensupport saya dari cerita, alat sampai pemainnya. Apalagi di jaman sekarang, film bukan lagi hal yang susah untuk dibuat, pakai kamera handphone & pemain seadanya aja bisa jadi film kok. Eits! film handphone yang saya maksud bukan film format 3gp yang biasa dibikin anggota DPR loh ya, hehe. Trus, apa aja sih susah dan serunya bikin film? Ok, saya "umbar" sesuai yang pernah saya kerjakan bersama teman-teman saya.

Persiapan
Cari ide baru
Apa aja yang kita butuhin pertama kali untuk buat film? yang penting kemauan keras dan kepercayaan diri. Kalo ngga ada itu ngga akan terlaksana filmnya. Dari 2 hal itu akan buat kita makin semangat, dan akhirnya banyak ide-ide bermunculan, dan dari ide-ide itulah akhirnyajadi 1 cerita yang akan kita buat. jangan pernah berfikir : "ah, ceritanya kok biasa aja ya?" "duh, pasti susah bikin cerita yang orang suka." "Nanti kalo pada ngga suka filmnya gimana ya?". Coba hilangkan dulu pikiran "jelek" itu dan berfokus pada cerita yang mau diangkat. Memang sih buat cerita yang banyak orang suka itu ngga segampang teori, tapi coba pikirkan ini, bagaimana kalau buat cerita yang "unik"? Trus bagaimana caranya? Saya kasih tau rahasianya. Kamu lihat keadaan sekitar kamu, apa saja kamu perhatikan dan pikirkan hal yang banyak orang tidak pikirkan tapi sebenarnya pernah atau bahkan sering mereka alami. Biasanya dari hal kecil itu bisa menimbulkan dampak yang besar. Mungkin dari sebagian orang punya idealisme sendiri tapi itu wajar saja karena mereka ingin mengembangkan dan menumpahkan imajinasinya. 

Naskah film "KOIN The Movie"
Sudah dapat ide dasarnya? Ok, coba sekarang tuliskan naskahnya. Saya tahu tidak semua orang yang ingin membuat film adalah lulusan dari universitas film, jadi tak usah takut untuk salah cara menulis, lupakan dulu aturan itu yang penting tulis dan kita mengerti. Untuk pemula biasanya menuliskan film durasi 5 menit memakan waktu 30-50 menitan. Dana kalaupun ada yang lebih cepat dari itu sebaiknya jangan terlalu cepat puas, cek kembali apakah ceritanya sudah menarik atau cuma alur cerita yang mengalir tanpa konflik? Cerita yang baik adalah cerita yang memiliki konfilk dan penyelesaian yang baik didalamnya. Setaidaknya itu saran dari pembuat film sungguhan yaitu kebetulan Ia adalah guru film saya dan sekaligus ayah saya. Thank GOD.

Setelah berkutat dengan naskah apalagi berikutnya? Cari alat, pemain, kru, property dan lokasi. Ya, setidaknya itu saja dulu. Dan memang mencari 5 hal ini susah-susah gampang. Untuk alat setidaknya kita memiliki kamera yang berkualitas baik. Hindari penggunaan kamera handphone walaupun kualitasnya sudah sebaik camcorder tapi percayalah, kamu akan kesulitas untuk beberapa teknik pengambilan gambar dan beberapa angle. Lalu alat berikutnya adalah sound recorder. Alat ini wajib dimiliki kalau mau buat film yang ada dialognya. Di semua camcorder sudah tersedia microphone yang tertanam atau bisa ditambahkan mic lagi. Tapi sayangnya, untuk beberapa lokasi yang berisik akan mengurangi kualitas suaranya. Jadi bagaimana penyelesaiannya? mungkin bisa di dubbing saat post produksi nanti.
Camcorder JVC "KOIN" & "6"
Camcorder Canon "KOiN jilid 2"
Software edting Sony Vegas Pro 9













Lalu komputer untuk mengeditnya. Kalau tidak ada ini juga film ngga akan di produksi, jadi pastiin minimal ada yang punya komputer dan bisa mengoperasikan software editing. Kalau saya sih, daripada mengandalkan orang lain yang belum tau kualitasnya saya lebih baik mempelajarinya sendiri. 

Kru dan pemain film "6"
Alat sudah komplit? lalu cari pemain. Carilah teman-teman dekat dulu. Selain bisa menjadi pemain, libatkan juga mereka menjadi kru dan bersenag-senanglah bersama mereka. bersenang-senang disini jangan diartikan hanya bercanda di lokasi sampe lupa untuk bikin filmnya. Saya pernah mengalami hal itu waktu di film pertama saya karena asal merekrut orang untuk membantu yang akhirnya lebih banyak bercanda dibanding bekerja. Memang tidak semua teman kita mengerti akan film, tapi cobalah edukasi mereka tapi juga jangan terlalu serius supaya mereka mengerti dan tertarik untuk membantu. Dan karena ini film non-profit pastikan pada mereka bahwa mereka tidak dibayar, sebagai gantinya tulislah nama mereka di akhir film sebagai penghargaan atas pasrtisipasinya.

Nyiapin property "KOIN The Movie"
Untuk lokasi dan property, inilah yang paling seru menurut saya karena kita harus mencarinya sesuai cerita. Kadang ada lokasi yang sulit didapat atau mungkin tidak masuk akal. Maka itu ajaklah teman-teman anda itu untuk ikut bersama mencari lokasi. Mungkin saja mereka teringat lokasi yang sering mereka lewati dan mendapatkan lokasi yang lebih baik dari yang kita pikirkan, bahkan lokasi yang kurang cocok dan property yang agak melenceng dari rencana pun membuat kita mendapat ide baru lagi yang lebih baik Dan pastinya ini menjadikan kita makin dekat dengan teman-teman kita karena berjalan-jalan seharian dan bersenang-senang.

Eksekusi
Shooting film "6"
Wajar saja untuk hari pertama pasti kita grogi dan kadang blank apa yang harus dilakukan pertama kalinya. Seperti yang saya alami di film pertama, semua menunggu instruksi saya tanpa melakukan apa-apa. Nah, disinilah jiwa kepemimpinan kita sebagai Sutradara diuji. Jangan bertingkah seperti sutradara kelas dunia yang kerjanya cuma perintah dan berkata kasar pada kru, kalau itu kamu lakukan pasti deh 2 menit kemudian lokasi jadi sepi karena pada pulang. Arahkan mereka yang memang masih awam pelan-pelan, tanya bagian mana yang masih bingung, kerjakan sendiri kalau memang mereka ngga sanggup, simple kan? yang penting tahan emosi walaupun lokasi panas tapi kepala tetap dingin. kalau kamu berhasil menuntun mereka dan akhirnya mereka bisa dan tertarik, besar kemungkinan mereka akan bantu kita di film berikutnya.

Trik untuk pemain yang lupaan
Pemain yang kita pakai pastinya bukan profesional, bersyukurlah kalau punya teman artis dan rela tidak dibayar. Jadi arahkan mereka dengan sabar, jangan terburu-buru, toh kita ngga ada deadline kan? Beruntunglah saya memiliki teman yang punya pengalaman beberapa kali shooting di sinetron beneran, jadinya saya terbantu karena untuk urusan akting sudah di handle dia. Sebagai sutradara juga bukan cuma asal teriak : "Action!", "Cut!"atau "Artis masuk!", tapi juga mengarahkan pemain dan kru karena mungkin mereka masih awam (atau ada juga yang malas baca script). Semakin kita sabar mengarahkan, hasilnya kita akan semakin peka akan karakter yang sebenarnya dari diri kita sendiri dan teman-teman kita yang lain, percayalah.

Mobil patroli minta jatah
Shooting capek ya? Ya iyalah, tidur seharian juga capek kok. Tapi capek yang ini asik dan menghasilkan kok. Mondar-mandir, teriak-teriak, kasih tau orang-orang yang nontonin untuk jangan masuk ke dalam frame. Ya itu cuma secuil kesibukan di lokasi, tapi bagaimana kalau ada hal tak terduga semisal preman iseng minta jatah karena tempatnya dipakai, artis yang berhalangan datang, sampai property yang rusak. Pastinya kalau kita bisa membawa teman-teman kita menjadi kru dan tim yang solid hal itu bisa kita lewati dengan mudah. 

Post Produksi
Mengedit film "KOIN The Movie"
Semua gambar adegan dari semua film sudah terekam semua di kamera? pastikan cek dan ricek kembali sebelum masa post produksi dimulai karena jika kedapatan ada beberapa adegan yang terlewat akan membuat sedikit terhambat. Setelah semua materi terkumpul saatnya menyatukan semuanya dan  menghasilkan suatu karya yang indah (apa sih). Mengedit hasil dari gambar yang dikumpulkan selama beberapa hari lalu adalah sesuatu yang "ajaib" menurut saya, karena bisa saja film menjadi lebih baik dari yang diinginkan, atau sialnya jadi lebih buruk. Jadi mengedit bukan pekerjaan mudah yang asal menyatukan gambar, diberi musik, teks, selesai. Bukan itu. Tapi editor juga harus masuk ke dalam ceritanya dan membawakan ke penonton. Teorinya pada saat proses editing, si sutradar sebaiknya jangan ikut mengedit karena nanti akan terjadi perang pendapat karena 2 kepala menginginkan penggambaran yang berbeda. Beruntunglah saya sebagai penulis naskah, sutradara dan editor sekaligus menjadikan film yang saya buat adalah yang memang harus seperti yang saya inginkan. Tapi kelemahannya, saya hanya yahu film saya sudah baik dan tidak tahu pendapat orang. Jadi saya selalu mereview pada beberapa yang mengerti film akan hasil editing saya, karena kritik itu penting. Dan pastinya di setiap kesempatan saya biasanya melihat banyak sekali video entah itu film, iklan, dan video klip musik supaya ada inspirasi. Saya sarankan sih, cobalah berlangganan tv kable supaya wawasan kita terbuka. Saya tidak bilang hasil lokal tidak bagus, tapi buktinya?

Setelah editing selesai, pastinya kita bangga dengan hasil karya kita selama beberapa minggu ini. Tapi saya bilang seperti tadi, jangan cepat puas. Yang pasti film itu kita buat bukan cuma untuk koleksi sendiri atau di tonton sesama kru dan pemain aja kan? Bagaimana kalau kita ajak orang-orang nonton karya kita? Malu? Ga pede? Ya itu wajar untuk pertama kalinya, tapi apa salahnya? Seburuk film kita ngga akan merugikan orang lain kan? Jadi bagaimana supaya mereka tau dan tertarik dengan film kita? Ya promosi dong. Caranya? Saya sih biasanya membayangkan kalau saya sedang produksi film sungguhan jadi promosi itu penting. Mulai dari buat poster, bikin trailer film dan pemutaran perdana. Sepertinya agak berlebihan ya? tapi masa bodoh lah, toh dari awal saya memang mau bersenang-senang dan melampiaskan hasrat terpendam saya sebagai pembuat film. Malah saya pernah membuat sayembara pemilihan poster di FB. Dan yang membuat saya terkejut adalah antusia dari teman-teman bukan cuma kru tapi juga yang tidak dikenal ikut berpartisipasi. Sebagai penghargaan pada teman-teman saya akhirnya saya mendapat ide untuk mengadakan acara kumpul sesama kru sekaligus pemutaran film perdana. yang akhirnya menjadikan acara akhir pekan yang ngga biasa kan?
Poster "6"
Poster KOIN The Movie
Poster KOiN jilid 2
Iklan film "6" di FB
Film KOIN diikutsertakan ke festival
Premiere Invitation KOiN jilid 2





















































Selesai film pertama, pasti akan ada keinginan membuat yang kedua-ketiga-keempat dan seterusnya. Usahakan film kamu bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan kalau kamu berani, cobalah ikutkan film kamu ke festival film independent. Dari situ kita bisa lihat seberapa kualitas film kita dan setinggi apa penghargaan orang lain terhadap karya kita. Ngga usah malu untuk memperlihatkan hasil karya, karena siapa tau karya kita yang terlihat "unik" menjadi trend berikutnya.

Seperti yang sering saya tulis diatas, bersenang-senanglah. Jangan dipikirkan apa ini salah cara buatnya? apa orang bisa suka? kenapa karya saya biasa saja? Lupakan dulu itu, yang penting berkarya selama tidak merugikan orang lain. Jadi, sudah yakin mau bikin film kan?

Foto : FB dan Multiply

Telling The Truth

Ya, jujur sekali lagu ini menurut saya. Dengan liriknya yang lugas dan sangat membuka mata. Ditambah iramanya yang easy listening membuat saya langsung menyukai lagunya. Mungkin ini lagu pertama dari Keane yang membuat saya menyukai band asal Inggris ini. Dan saya juga sangat suka dengan video klipnya yang sangat cocok dengan judulnya : Everybody's Changing. Bagian yang saya suka adalah pada saat lyric berikut :

"Everybody's changing and I don't feel the same"

Mungkin maksudnya : semua orang berubah dan aku merasa tak sama (seperti dulu) lagi. Tapi sebenarnya kita ngeh ngga sih kalau memang kita akan dan sudah berubah? Entah itu berubah menjadi lebih baik atau mungkin ke arah yang buruk? Ya mungkin itu yang mau di ceritakan Keane di lagu ini walaupun saya masih belum mengerti apa arti dari cover albumnya seperti yang disamping. Kalau penasaran sama lagunya, bisa lihat video dibawah ini :


Solo Backpacker - Backpacker-an Sendirian? Siapa Takut?

Buat yang suka travelling pasti bahagia banget kalo ada kesempatan untuk jalan-jalan apalagi bisa berhari-hari. Ya, memang dari jaman nenek moyang manusia memang di takdirkan sebagai petualang. Sayangnya kadangkala ga selamanya kita bisa travelling bersama sahabat, keluarga atau kenalan dikarenakan kesibukan yang berbeda. Tapi kenapa harus korbanin waktu luang kita karena mereka nggak bisa nemenin kita? Dengan berpetualang sendirian juga asik kok, malah lebih menantang. Nah, buat yang mau cobain untuk pertama kalinya travelling sendirian, ini tips dari saya yang pernah saya jalani beberapa waktu lalu.


Persiapan
  1. Pastiin kamu sudah tau tempat yang mau kamu kunjungi, baik itu domestik/internasional.
  2. Biar lebih pasti bisa cari di buku atau browsing di google entah itu lokasi wisata, tempat nginap, transportasinya dll. Saya biasanya selalu buka google maps untuk nentuin lokasi yang mau dituju dan transportasinya. Kalau di LN (contoh:Singapore) biasanya bisa lebih jelas harus naik bus apa dan MRT apa, tapi untuk domestik sebaiknya cari angkot mana saja yang melewati lokasi yang dituju. Hindari naik taksi karena kita sedang jadi backpacker untuk menghindari banyak pengeluaran. Taksi dan ojek dibutuhkan pada saat terdesak saja. Setelah tahu mau kemana saja, naik apa saja dan menginap dimana, sebaiknya tuliskan rencana itu atau dengan kata lain buatlah itinerary semua terjadwal dan tidak kebingungan harus kemana lagi.
  3. Rajin cari tiket promo di internet, sukur-sukur kalo dapet gratisan hehe. Beli jauh-jauh hari tiketnya biar bisa lebih murah, kalau domestik mau naik kereta juga bisa beli 90 hari dari tanggal keberangkatan supaya nggak kehabisan tiket & ga repot antri.
  4. Untuk Internasional pastiin pasport masih hidup dan udah tau soal peraturan visa. Jangan beli tiket pesawat dulu kalau visa belum disetujui karena terlalu riskan. Kartu identitas lengkap jangan sampe kurang dan sebaiknya di fotocopy untuk menghindari kehilangan di tempat.
  5. Untuk pemula, sebaiknya jangan terlalu nekat untuk mencari penginapan di tempat, karena bisa jadi semua penginapan penuh dan kita tidak ada waktu untuk mencari tempat lain yang berakhir tidur di terminal, untuk pemula ini sangat berbahaya. Jadi lebih baik siapkan uang lebih untuk booking jauh hari. Untuk domestik bisa mencari hotel melati atau kost harian, sedangkan untuk Internasional bisa di hostel karena harganya cukup murah dan bisa diseuaikan dengan budget. Karena harganya yang tidak mahal jadi jangan berharap mendapat fasilitas terbaik, minimal tempat tidur layak, kamar mandi bersih sudah cukup. Untuk beberapa hostel di LN biasanya sudah termasuk sarapan dan free wifi.
  6. Tas ransel yang cukup untuk membawa keperluan beberapa hari seperti pakaian, makanan kecil, dan barang-barang yang dipakai selama perjalanan (sesuaikan besar tasnya dan jumlah pakaian yg dibawa sesuai lama kita pergi) dan tas kecil untuk membawa barang yang diperlukan sewaktu-waktu seperti dompet, kamera, iPod, obat2an, alat tulis dan pasport (kalau ke LN). Siapkan uang dalam berbagai pecahan supaya ngga repot waktu bayar nanti, dan biasakan sisihkan uang lebih di kantong rahasia untuk jaga-jaga ada hal yang tidak diinginkan misalnya uang hilang, uang kurang atau bisa dipakai belanja waktu mau pulang nanti.
  7. Dan siapkan apa saja yang dikenakan pada saat berangkat supaya perjalanan nyaman seperti : Pakaian yang nyaman (Hindari memakai pakaian yang ribet dan tebal untuk menghindari kelelahan karena berat dan pengap) sepatu (lebih bagus sepatu olahraga karena memang didesign untuk aktifitas tinggi), jam tangan, topi, sunglasses, dan jaket (sebaiknya dibawa untuk menghindari cuaca yang tidak bersahabat)

Sudah siap dengan persiapan awal? Ok, sebelum memulai perjalan berdoa dulu supaya tidak terjadi hal yang diinginkan. Sudah selesai berdoanya? OK, waktunya kita berangkat, ini tipsnya.


Keberangkatan
  1. Jangan sampai terlambat bangun sesuai dengan itinerary yang sudah dibuat. Kalo terlambat bisa berabe semua, selain tiketnya harus beli lagi, jadwal juga semuanya mundur akhirnya berimbas jadi mood yang udah ga mau pergi lagi, jangan sampe gini deh.
  2. Pastiin sampai di terminal (airport/bus/kereta) 1 jam sebelum keberangkatan untuk mengurus semuanya (check-in dll). Lebih cepat lebih baik sih, karena kita bisa jalan-jalan dulu untuk pemanasan lihat kondisi sekitar terminal, bisa ngobrol yang siapa tau dapet barengan hehe.
  3. Biarpun ngobrol dan lihat situasi tapi mata & kuping tetap waspada ya, karena kita juga harus dengerin pengumuman entah itu disuruh langsung naik pesawat/kereta atau malah delay (paling males nih kalo udah delay, bisa-bisa itinerary berantakan)
  4. Ikutin tata cara yang berlaku. Tau sendiri orang Indonesia suka melanggar hal-hal kecil seperti; ngga mau antri, melompati tali pembatas, gak mau pakai sabuk pengaman, pipis sembarangan dll, tapi kita jangan begitu, sebaiknya ikuti aturan sekecilnya dan petugas juga ngga segan untuk bantu kita kalo ada yang kurang jelas.
  5. Biasanya perjalanan yang memakan waktu lebih dari 2 jam akan sangat ngebosenin selain melihat ke luar jendela. Biasanya saya buang waktu dengan membaca buku atau dengerin lagu di iPod, tapi kalau memang masih lama juga mendingan tidur aja hehe.
  6. Begitu sampai di tempat, pastikan ga ada barang yang ketinggalan makanya jangan suka meletakkan barang di kursi atau meja supaya tidak tertinggal pada saat turun dan itulah gunanya tas kecil untuk keperluan mendesak seperti itu.
  7. Ada hal sepele tapi cukup menyenagkan menurut saya, yaitu mengucapkan "Terima Kasih" pada waktu turun kepada petugas/pramugari sekalian minto nomor HP nya. Memang sih itu sudah jadi pekerjaan dia, tapi apa salahnya?  

Petualangan Dimulai
  1. Setelah menyelesaikan semua administrasi (imigrasi airport) kita akan keluar dari airport/terminal, dan pada saat inilah petualangan dimulai. Segera pasang mata dan telinga dan waspada untuk segala macam tindakan. Karena kita belum tau medannya jadi jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Kalau masih ragu dan mumpung masih di daerah terminal, jangan malu untuk bertanya ke petugas/polisi yang bertugas disana.
  2. Biasanya bahasa, suasana dan kebiasaan tempat yang kita datangi agak berbeda, atau bahkan berbeda sama sekali. Ada baiknya kita tahu sedikit banyak bahasa atau panggilan di tempat itu, misal jika kita ke Bandung kita bisa panggil Kang atau jika di Bali kita panggil Bli untuk panggilan laki-laki dan sebagainya. Untuk yang ke LN, usahakan kita bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris, lebih baik lagi bisa bahasa lokal sana supaya kita lebih dihargai. Tapi dengan berbekal bahasa Inggris saja tidak cukup, seperti pengalaman saya di Chinatown Singapore pelayan makanan tidak bisa bahasa Inggris, jadi jalan tengahnya pakai bahasa Tarzan haha.
  3. Sebaiknya lebih banyak berjalan jika posisi lokasi yang kita tuju tidak terlalu jauh (1-2km) supaya kita juga bisa lihat keadaan sekitar yang sayang untuk dilewatkan karena kita sedang jalan-jalan dan bukan datang ke rapat dengan buru-buru kan? Selain itu bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya di spot yang tak terduga dan bisa dipamerkan di facebook nanti hihi.
  4. JANGAN PERNAH RAGU/MALU untuk bertanya karena kita Turis, pasti ada saatnya kebingungan. Begitu logat kita berbeda dengan penduduk lokal, pasti mereka tau kita turis jadi mereka akan mencoba membantu kita. Tapi sebaiknya lihat dulu siapa yang ditanya, jangan ke preman pinggir jalan bisa-bisa jadi santapan gratis dia. Paling aman sih cari polisi tidur, tapi kalau tidak ada bisa cari penduduk lokal, saran saya kalau domestik tanya pedagang, sopir angkot, atau pejalan kaki yang penampilannya ramah, dan untuk LN biasanya tidak banyak polisi berkeliaran seperli di dalam negeri, jadi saya mencari penjaga toko atau pejalan kaki tapi jangan salah pilih, jangan-jangan pejalan kaki itu turis juga malah jadi sama-sama bingung nanti haha.
  5. Untuk urusan makan, tolong lupakan rasa dan kenyamanan standard restaurant. Namanya juga mau irit pastinya nggak bisa dapatin itu semua dong. Yang penting masih layak dimakan dan bersih itu sudah cukup. Dan untuk yang ke LN yang beragama muslim, sebaiknya lihat atau tanya dulu apakah makanan itu Halal? Untuk beberapa negara biasanya di tempel logo HALAL didepannya. Karena kita sedang tidak "dirumah", maka sebaiknya cicipi makanan khas tempat itu walaupun mungkin tidak suka, setidaknya kita tahu.
  6. Adakalanya kita ingin sekali mencoba masuk ke beberapa tempat hiburan di lokasi yang kita datangi, tapi coba di cek dulu apakah budget kita masih mencukupi untuk kita bisa masuk? Misal kamu sedang di Singapore mau masuk rumah bordil Universal Studios, sebaiknya kamu hitung lagi apakah pengeluaran kamu masih cukup untuk sekedar membeli tiket masuk? (Sebaiknya hitung biaya tambahan + 30% untuk spare) jika ya, boleh lah sekali-sekali merasakan liburan ala orang kaya, tapi kalau mepet sebaiknya tidak usah, toh masih banyak lokasi menarik yang lebih murah atau malah GRATIS.
  7. Setelah lelah berjalan seharian pasti kita harus beristirahat agar bisa melanjutkan aktifitas diesok harinya. Manfaatkan semua fasilitas di penginapan dengan sebaik-baiknya. Untuk hostel di LN biasanya tersedia fasilitas internet atau wifi, jadi setelah mandi dan sebelum tidur sempatkanlah berkirim pesan via email atau chat dengan orang rumah untuk memberitahu bahwa kamu baik-baik saja di sini. Dan sebagai turis yang baik, tetap ikuti aturan walaupun mungkin teman sekamar kita (hostel) tidak menyenangkan, tapi cukup menarik untuk jadi cerita waktu pulang nanti kan?
  8. Setelah berjalan-jalan, cari kuliner khas dan memasuki lokasi yang dituju tibalah saat yang tidak menyenangkan yaitu pulang. Kenapa tidak menyenangkan? karena besok setelah membuka mata kita kembali ke kehidupan nyata haha. Jadi sebelum pulang sempatkanlah berjalan-jalan sebentar untuk terakhir kalinya atau lebih baik lagi kita berbelanja sebagai oleh-oleh atau bahkan pengingat kita bahwa kita pernah sampai ke sana.

Memang travelling sendirian terlihat seperti kesepian, tapi coba lihat sisi lainnya. Dengan berjalan sendiri tanpa disadari kita bisa lebih mengenal siapa kita sebenarnya karena mau tak mau kita harus survive seorang diri tanpa menggantungkan diri ke orang lain. Selain itu kita jadi lebih peka untuk peduli dengan orang lain, seperti berani untuk berkomunikasi lebih baik lagi dengan orang asing. Dan untuk pertama kali melakukannya pasti sungguh berat. Kita harus bertanya kepada diri sendiri, apakah kita bisa? bagaimana nanti kalau...? Oleh karena itu segala persiapan baik itu mental, fisik dan informasi sebanyak apapun harus di ketahui supaya tidak terjadi hal yang di takutkan. Jadi sebelum memulai selalu berdoa dan belajar dari orang lain yang pernah mengalaminya. Bagaimana? tertarik untuk solo travelling?


Tips Lokasi Solo Travelling untuk pertama kalinya
Domestik : Bandung, Yogya, Bali
Internasional : Singapore, Malaysia, Thailand