Minggu, 10 April 2011

127 Hours (2011)

Film yang baik adalah film yang bisa membuat penontonnya merubah pola pikirnya menjadi lebih baik. Nah, sepertinya film ini cocok untuk yang membutuhkan motivasi, walaupun tidak bisa di telan mentah-mentah. Adalah 127 Hours (127 jam) dimana seseorang sangat menghargai detik demi detik akan kehidupannya. Berdasarkan kisah nyata, film ini berhasil menggambarkan perjuangan seseorang untuk tetap hidup walau diujung maut. 

Diperankan oleh James Franco sebagai Aron Ralston, yang pernah kita lihat juga penampilannya sebagai Harry di film Spiderman 1-3. Dan menurut www.imdb.com, James Franco bukanlah pilihan utama si Sutradara (Danny Boyle), tetapi Cillian Murphy yang aksinya bisa dilihat di film The Dark Knight sebagai Scarecrow. Entah mengapa secara kebetulan kedua calon pemainnya adalah tokoh antagonis di film sebelumnya. Dan ternyata pilihan ke James .F tidaklah salah karena Ia berhasil dinominasikan sebagai Best Actor di OSCAR™ 2011. 

Selain cerita yang kuat, visual dan suara sangat perlu untuk diperhatikan. Gersangnya Grand Canyon sangat jelas tergambar dan musik pengantar semangat berhasil di eksekusi oleh nominator OSCAR™ 2011 asal India, A.R Rahman untuk kesekian kalinya. Cerita, akting, visual, suara dan musik adalah resep penting di dalam film terbaik. Dan kesimpulannya adalah : 8.8/10 (Wajib Ditonton dan Dikoleksi)

-Didiet Triquetra-

Triangle (2010)

Ada satu film yang agaknya terlewatkan di tahun 2010 lalu yang hampir tidak masuk kedalam koleksi saya. Dan jika melihat dari cover dan daftar pemainnya, mungkin Anda juga akan melewatkannya. Tapi seperti pepatah ; Jangan menilai buku dari kulitnya. Entah mengapa mata saya tertuju pada film di pada saat memilih untuk membeli film DVD baru di toko. Bahkan penjualnya saja tidak merekomendasikannya, tapi yah bisa dibilang membeli kucing dalam karung, kita tidak akan tahu isinya sebelum melihatnya sendiri. 

Pada beberapa menit pertama sepertinya Anda akan menemukan film yang agak membosankan. Tapi untungnya kita dihibur oleh suara dan visual yang menawan. Hingga menit ke 20 pun kita belum mengerti maksud dan tujuan dari cerita ini, tapi Anda akan segera tahu beberapa menit kemudian. 

Sepertinya film sejenis ini tidak boleh dilewatkan semenitpun, karena akan merusak benang merah nya. Sekali lagi saya ingatkan, tidak akan menceritakan jalan ceritanya disini. Jadi perhatikan dengan benar detil demi detil di film ini, dan Anda akan terkejut. Pendapat di awal film yang sepertinya ingin segera menyudahi film ini berubah menjadi "apa lagi berikutnya?". Benar-benar film yang dapat merubah sudut pandang kita. Dan saya ingatkan, bagi yang tidak betah menonton sambil berpikir sepertinya Anda boleh melewatkan film yang satu ini.

Walaupun tidak ada satupun pemain yang terkenal (setidaknya menurut saya) tapi visual, suara dan jalan cerita yang tajam membuat saya betal menontonnya hingga credit title berjalan. Dan seperti biasa saya akan memberi penilaian: 7.6/10 (Perlu dipertimbangkan untuk dikoleksi)

-Didiet Triquetra-

Senin, 07 Maret 2011

Inception (2010)


Ada lagi film yang akan membuat anda berpikir sepanjang film. Salah satu film bergenre science fiction serumit Matrix kalau boleh saya bilang. Bila Matrix memanipulasi dunia nyata dengan dunia komputer, sedangkan Inception akan memainkan pikiran Anda dengan mimpi Anda sendiri. Awalnya agak sulit untuk mengerti maksud dari ceritanya. Apalagi dimulai dengan latihan misi yang belum jelas. Tapi jika mengikuti jalan ceritanya perlahan akan mengerti walaupun masih sangat jauh dari pikiran awam, setidaknya itu yang saya tangkap.Dan yang bisa dipastikan, apabila Anda orang yang tidak sabaran atau terlewat awalnya, saya yakin Anda tidak akan mengerti maksud penting cerita ini.

Permainan Leonardo DiCaprio yang menurut saya biasa saja dan pantas saja dirinya tidak dinobatkan nominasi OSCAR tahun 2011. Tapi seperti halnya awal booming film Matrix, kita akan disuguhkan gambar yang fantastis walaupun menurut saya hal itu tidaklah baru jika Anda juga sering menonton Discovery Channel atau National Geographic. Mungkin saya terlalu mengharapkan sesuatu yang berlebihan saat ingin menontonnya, karena seperti review www.imdb.com yang memberikan nilai 8.9/10 agaknya terlalu berlebihan. Saya akui konsep yang ditawarkan sangat bagus dan orisinil, tapi masih jauh dari kenyataan. Tapi saya akui, setelah menonton film ini membuat saya paranoid juga jika meghadapi sesuatu dan langsung berpikir "ini mimpi atau nyata?". Ya setidaknya film ini bisa menanamkan maksudnya di pikiran luar sadar saya, haha menyeramkan juga.

Dan sekali lagi, menilai film tidak seperti mengukur panjang sebuah penggaris tapi lebih ke sense dan selera. Dan dengan ini saya memberi nilai : 7.3/10 (Lebih baik tunggu di TV sajalah...)

-Didiet Triquetra-

Minggu, 27 Februari 2011

Social Network (2010)

Ada lagi film yang dinobatkan sebagai nominasi OSCAR 2011 kategori Best Picture dan Actor In Leading Role. Sejak trailernya tersebar di internet, saya berpikir : Apakah ini kisah nyata dari seorang Mark Zuckerberg si empunya Facebook itu? Nyatanya tidak walaupun sekilas memang mirip kisah sebenarnya yang menyebutkan nama Google, Napster dan MySpace di filmnya. Ceritanya diambil dari "Accidental Billionaire" yang memang jelas tertulis di credit title waku opening. Tidak ada sesuatu yang menarik pun dalam trailernya. Tapi karena saya adalah satau satu dari jutaan pemakai Facebook, jadi sepertinya saya wajib menonton film ini.

Dari 5 menit awal saya memikirkan para penonton awam yang tidak mengerti apa itu istilah IT mengenai bit, hex, delphi dan sebagainya. Ditambah lagi oleh logika dan analogi pemrograman, pasti langsung mengecap film ini akan membosankan. Ceritanya yang berat dan "agaknya" bertele-tele membuat film ini menurut saya kurang gereget. Ya, mau dikata apa lagi... memang kenyataannya ini film drama. Memang, hikmah yang bisa diambil dari film ini sungguh baik tapi sayangnya hanya bisa dinikmati oleh beberapa kalangan saja. Peran Jesse Eisenberg yang tidak terlalu fantastis cukup membuat saya heran, mengapa OSCAR memasukkan namanya dalam nominasi aktor terbaik.

Entahlah, untuk kali ini saya tidak bisa menyetujui rating yang dibuat imdb.com yaitu 8.1/10 di web nya menurut para penonton di Amerika. Sungguh, tidak ada yang istimewa di film ini walaupun saya akui maksud ceritanya yang menarik. Dari total durasi 2 jam, mungkin saya hanya menikmati inti ceritanya yang hanya kurang dari 1 jam. Dan hal ini membuat saya agak sulit untuk menilai.

Dan akhirnya saya setuju memberi nilai : 6.3/10 (Tunggu di TV saja)

-Didiet Triquetra-

Sabtu, 26 Februari 2011

Buried (2010)

Begitu melihat posternya, saya langsung penasaran karena tidak terlalu jelas apa yang diceritakan di posternya tetapi terdapat beberapa pujian dari kritikus terpampang di posternya. Apakah kritikus bisa dipercaya? Oleh karena itu saya membuktikannya. Dengan hunting sinopsis ke beberapa web, terlihat jalan cerita yang tidak terlalu berat karena hanya memiliki satu masalah saja. Justru, film dengan satu masalah yang bisa menjadi besar itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Akhirnya saya mendapatkan trailernya yang agaknya... masih tidak terlalu jelas. Saya berpikir, mungkin ada sesuatu yang disembunyikan dan harus menonton filmnya agar tahu jalan ceritanya.

Berawal dari rasa penasaran dan rasa haus akan film berkualitas lainnya dari Lionsgate, akhirnya saya putuskan untuk menontonnya. Sejak credit title di opening, penonton masih dibuat penasaran oleh animasi tulisan dan musik kontemporer khas film suspense. Diawali blackout pada screen dari menit pertama saja sudah membuat penonton gelisah. Pada saat itu pula saya sudah merasakan dampak film ini, keren. Suara engahan Ryan Reynolds dan gemeretak kayu sangat nyata terdengah membuat suasana makin mencekam. Saya bisa mengira apa yang dirasakan oleh penonton yang phobia dengan ruang sempit, pasti film ini sangat menakutkan.

Saya tak akan membahas jalan cerita filmnya disini, karena memang sangat unik dan tidak bisa diceritakan. Tatanan suara dan gambar yang menawan sangat membuat saya terperangah. Lighting yang sangat kreatif menyempurnakan film ini. Walaupun memang tetap saja ada kekurangan tapi dapat ditutupi oleh permainan actor kelas Hollywood ini. Musik khas suspense sangat tepat menemani keseraman film ini. Bila Anda melewatkan 5 menit awal film ini, pasti tidak akan nyaman karena runutan cerita yang saling berkaitan. Bagi yang mengharapkan tembak-tembakan, kejar-kejaran ataupun cium-ciuman mohon lupakan dulu karena tidak akan ditemukan di film ini. 

Dengan ini saya memberi nilai : 8,3 WAJIB DIKOLEKSI! 

Seperti yang saya tulis diatas, lupakan cerita standard (tembak-tembakan, kejar-kejaran ataupun cium-ciuman) untuk menikmati film ini.

-Didiet Triquetra-