Senin, 12 Desember 2011

Teater

teater rufaidah
Saya mulai menyukai teater sejak menonton pementasan Chantika oleh grup teater Wasi Putih dengan sutradara Andi Sahludin di Taman Budaya. Teater tersebut diangkat dari cerpen “guru” saya, Harie Insani Putra yang berjudul Chantika dan Bola Matanya. Sumpah, pementasan itu benar-benar memikat hati saya.

Setelahnya saya pun rajin mencari info kapan ada lagi pementasan teater. Meskipun tidak pernah saya temui lagi yang sebagus Chantika, namun menonton pementasan demi pementasan telah membuat saya jatuh cinta dengan teater, dan memutuskan untuk meminangnya. Kebetulan, grup teater kampus saya, Rufaidah, sedang mencari-cari anggota baru. Saya pun bergabung di sana. Ikut latihan rutin tiap minggunya.
Hingga pada sebuah pementasan, yang saya sendiri lupa apa judulnya, grup apa, dan bagaimana alurnya, saya dihubungi seorang kawan di teater Rufaidah, namanya Ratih. Ia mengajak saya ikut pentas bersama grup Sanggar Budaya karena mereka kekurangan pemain untuk peran prajurit. Ratih memang anggota di dua grup teater, dan Sanggar Budaya adalah grup yang lebih dulu ia ikuti. Saya pun keluar dari gedung Balairung Sari, tempat pementasan berlangsung, dan segera berlari ke panggung terbuka, tempat mereka latihan. Karena saya lihat tidak sulit, dan tidak panjang, tawaran itu saya sanggupi. Malam itu juga saya bergabung latihan dengan mereka. Malam besoknya (13 Juli 2011), kami sudah ada di Martapura. Dan itulah pentas pertama saya.
Teater Sanggar Budaya sudah saya lupakan. Saya kembali pada Rufaidah.
Pementasan saya yang berikutnya adalah pada lomba teaterikalisasi puisi. Grup kami dibagi pada dua kelompok. Saya bergabung pada kelompok yang akan membawakan puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS Rendra. Saya mendapat tokoh utama, Atmo Karpo. Hasilnya, kami kalah.
Pementasan yang ketiga, saat grup tari kampus kami mengadakan festival tari di taman budaya. Grup teater kami diminta mengisi acara hiburan sebelum para pemenang dibacakan. Kami membawakan teater komedi yang judulnya Pilbakal Kampung Malingkung. Saya lagi-lagi mendapat peran utama, yaitu sebagai Sekdes Amak. Ini pementasan kami yang paling bagus menurut saya.
Malam Minggu tadi, HMJ Keperawatan mengadakan malam pentas seni. Kami diminta tampil. Dan lagi-lagi, saya mendapat peran utama, maklum, masih kekurangan pemain. Kami mementaskan naskah berjudul Luka Anak Batu. Saya tampil sebagai Ibnu Hajar. Pementasan ini kurang memuaskan, karena tempat dan lampu yang kurang mendukung. Itu adalah pementasan keempat saya.
Itu tadi pengalaman saya bermain teater. Saya cukup lelah, karenanya saya putuskan istirahat dalam teater selama satu bulan. O iya, rencanya bulan Februari nanti grup kami tampil lagi dalam acara Aruh Blogger 2012 di Banjarbaru.

Senin, 28 November 2011

Catatan Saat Termenung Malam-Malam

Kawan, ini cerita yang tidak penting. Jadi kau tak perlu mengikuti cerita ini.
Sewaktu jadi santri dulu, aku punya teman yang luar biasa sibuk. Sebut saja namanya Jani. Pramuka, perkumpulan santri Banjarmasin, IKPPF, dan banyak lagi. Saking sibuknya, sampai-sampai kawan-kawan memanggilnya isytigal, tak terkecuali aku. Tapi ia cuek, atau mungkin bangga dengan sebutan itu. Jani kadang benar-benar sibuk, tapi kadang bisa juga hanya sok sibuk. Mungkin baginya itu ‘gaya’. Kami sendiri, tak jarang menjadikan Jani sebagai olok-olokkan, dan sering mengejeknya. Dan Jani, tetap tak peduli.
Sementara aku, adalah kebalikan dari Jani. Hari-hariku banyak kuhabiskan untuk tidur, dan sesekali bercanda bersama ‘anak buah’ di asrama. Meski aku juga anggota IKPPF, tapi aku jarang sekali ikut gotong royong bila ada pekerjaan. Sudah banyak yang melakukannya, lagipula aku tak terlalu diperlukan, pikirku. Selain tidur, terkadang aku juga mandi bila diperlukan.
Kawan, sekarang lihatlah bagaimana aku saat ini. Seperti mendapat karma, siang malam aku kuliah dari Senin sampai Jumat. Sabtu siang meluncur ke Martapura, mengambil stok-stok buku untuk dijual. Sorenya di Banjarbaru mengikuti diskusi Sindikat Pemburu Hujan. Malamnya kadang menginap di rumah Bang Harie. Di sana biasanya belajar menulis cerpen yang baik, membantu hal-hal yang berhubungan dengan penerbitan Mingguraya PRESS yang beliau kelola, atau melakukan hal-hal yang berhubungan dengan komunitas Kayuh Baimbai. Dari Bang Harie, kadang aku juga membawa tambahan-tambahan buku untuk dijual di Toko Buku online milikku.
Pagi Ahad pulang ke rumah Kakak di Handil Bakti. Tanpa istirahat, segera meluncur lagi ke Mesjid Sabilal Muhtadin mengikuti pertemuan Forum Lingkar Pena. Sesudah itu, aku akan berkutat di hadapan laptop sambil mengutuki koneksi modem yang lelet minta ampun. Mencari-cari postingan anggota Kayuh Baimbai yang layak muat. Hari itu naskah untuk halaman Media Blogger di koran Media Kalimantan yang tanggung jawabnya diserahkan padaku harus sudah dikirim, untuk dimuat pada hari Selasa.
Sore Ahad, aku harus memacu lagi motor bututku ke Taman Budaya buat latihan teater bersama grup teater Rufaidah. Mendengar sutradara yang marah-marah karena gerakanku yang kacau, atau naskah yang belum juga kuhapal, padahal aku mendapat tokoh utama. Latihan itu biasanya sampai magrib, tapi tak jarang sampai malam.
Malam Senin, aku harus memeriksa email-email di kotak masuk Komunitas Penakita. Bila ada anggota yang mengirim cerpen, aku harus memeriksanya, meneliti kekurangan apa saja pada cerpen tersebut, menuliskan komentarnya, mempostingnya di grup fb, lalu menyuruh si penulis memperbaiki lagi dan mengirimnya ke koran. Anggota yang malas kadang meminta aku yang mengirimkannya.
Keesokan paginya, aku megap-megap karena kesiangan bangun. Sampai di kampus kembali megap-megap karena baru tahu ada tugas, dan besok harus dikumpul. Sialnya dosen di kampusku itu pintar-pintar. Tugas harus ditulis tangan, sehingga tidak mungkin mencopas, dan mau tidak mau pasti dibaca!
Dari jam 8.00 sampai 14.45 tanpa istirahat mendengarkan dosen ngoceh ini-itu. Dengan perut kerontong aku ke rumah saudara di Handil Bakti. Shalat. Makan. Mandi. Menukar isi tas dengan buku-buku jualan, lalu bergegas mengantar pesanan-pesanan buku. Biasanya ke IAIN.
Selesai. Aku pulang, ke Marabahan, karena malam tidak ada jadwal kuliah. Tapi buru-buru aku mengerem. Sebuah sms dari ketua kelas masuk saat aku hampir sampai rumah. “Maaf kawan-kawan, malam ini dosen xxxxx masuk jam 19.00.” Motor pun putar arah.
***
Getar ponsel membuatku terbangun. Kubuka sms yang masuk. Isinya soal pemesanan buku. Di depan kulihat dosen masih semangat menjelaskan. Aku lalu melanjutkan tidur.
Pulang kuliah malam, aku kelelahan. Hampir tertidur, tapi tidak bisa karena orangtua yang ngomel-ngomel. Tiba-tiba teringat dengan tugas yang harus ditulis tangan itu. Dengan malas mengambil polpen dan kertas folio. Lalu berkutat dengan bahasa-bahasa semacam Vena Cava Superior, Sektum, nutrisi, riwayat sakit, fisiologis, sistole, dan sebagainya, dan sebagainya.
Aku terbangun lagi dengan tugas yang ternyata belum selesai. Shalat. Mandi. Makan. Gosok gigi. Berangkat. Mampir di salah satu kios buat beli koran hasil kerjaku dua hari sebelumnya. Di kampus aku buru-buru mengerjakan tugas yang belum selesai, hingga selesai. Dan plang! Ternyata dosen yang bersangkutan tidak masuk.
Aku pulang, tidak ke rumah, cuma ke Handil Bakti. Menyalakan laptop, melanjutkan cerpenku yang belum juga selesai. Pikiranku buntu. Laptop kumatikan. Begitu sudah mati, tiba-tiba kuhidupkan lagi karena tiba-tiba ingin menulis lagi. Bukan melanjutkan cerpen, tapi menulis berita untuk website Jurnalisme Warga Kayuh Baimbai (kayuhbaimbai.org) sebagai kesetiaanku pada komunitas. Tapi saat mencolok modem, dan koneksi sudah tersambung, niat menulis berita itu buyar karena asik fesbukan. Saat asik-asiknya, muncul peringatan baterai lemah. Sialnya, charger tertinggal di rumah di Marabahan. Laptop pun kumatikan, lalu membaca novel (yang tak selesai-selesai).
Satu bab membaca, aku bosan. Kemudian meraih naskah teater dan menghapalnya. Jam setengah dua siang, aku ke warung Cendana makan siang. Lalu ke kampus lagi. Aku hampir menabrak orang yang menyeberang jalan karena pikiran yang tak konsen. Orang itu mengumpat. Di kelas, kawan-kawan ribut soal tugas. Rupanya siang ini dikumpul. Aku tenang-tenang saja, karena sudah mengerjakannya. Tapi aku segera gelagapan saat membuka tas dan mengetahui rupanya tugas tadi tertinggal di Handil Bakti. Aku pasrah.
Hari-hariku terus berlanjut. Tugas dan kesibukan semakin menumpuk. Menyiapkan materi karena diminta jadi pembicara dalam seminar interner di SMPN 5 Banjarmasin, Belitung. Jualan buku. Ke sawah. Bikin cover buku. Menulis berita. Memposting. Minjam buku. Mengembalikan buku. Mencuci pakaian. Mengedit cerpen. Menjaga keponakan. Pementasan. Nonton film. Bangun kesiangan…. Aku kelelahan!

***

Di sela-sela hariku yang penuh kesibukan, kadang aku melamun di kamarku yang jendelanya kubuka sambil memandangi langit malam yang gelap. Aku merasakan, dalam kesibukan itu, ternyata hidupku benar-benar kesepian.[]

Jumat, 04 November 2011

Ngeblog Pakai Wordpress (bag. 2)

Jika pada tutorial sebelumnya saya sudah jelaskan dengan simpel gimana caranya bikin blog dengan WordPress, sekarang saya akan kasih langkah-langkah membuat posting (tulisan) di blog WordPress, karena banyak yang mengaku bingung menggunakan WordPress.
Oke, langsung aja.
1. Log in dulu, caranya buka http://alamatbloganda.wordpress.com/wp-admin , isi USERNAME dan KATA SANDI, lalu klik tombol MASUK.

2. Anda kemudian akan berada di Dasbor, tempat seluruh “kendali” blog Anda. Untuk membuat postingan, pilih menu TULISAN yang ada di sebelah kiri, lalu pilih sub menu TAMBAHKAN BARU.
3. Sekarang, Anda berada di halaman pembuatan posting baru. Ketik judul postingan Anda pada kolom kecil di bagian atas, sedangkan isi tulisan ketik di kolom besar di bawahnya.

- Bila postingan terlalu panjang, ada baiknya Anda hanya menampilkannya sebagian di halaman awal blog Anda, ini agar blog Anda lebih terlihat rapi. Caranya, letakkan cursor/pointer pada bagian postingan yang ingin Anda putus, lalu klik icon .
- Agar postingan kelihatan lebih menarik, Anda juga bisa memasukkan gambar. Caranya, klik icon yang berada di antara kolom judul dan isi postingan. Kemudian klik tombol PILIH BERKAS, lalu cari gambar dari komputer Anda yang ingin dimasukkan ke dalam postingan. Wordpress akan melakukan pengunggahan setelahnya. Bila proses unggah telah selesai, klik tombol SISIPKAN KE DALAM TULISAN yang ada di bagian bawah, maka gambar akan segera muncul di postingan Anda.
- Layaknya folder dalam komputer, postingan yang sedang Anda posting pun bisa Anda buat kategori-kategorinya agar rapi dan mudah mencari. Caranya, pada menu CATEGORIES di sebelah kanan, klik + TAMBAHKAN KATEGORI BARU. Tulis kategori untuk postingan tersebut pada kolom yang disediakan, misalnya: Info. Setelah itu klik tombol TAMBAHKAN KATEGORI BARU di bawahnya.
4. Bila semuanya dirasa sudah beres dan yakin tidak ada kesalahan, klik tombol TERBITKAN di sebelah kanan. Tulisan Anda tadi pun sekarang sudah bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia.
Untuk melihat bagaimana hasilnya, ketik saja langsung alamat blog Anda di browser. Untuk meneruskan membaca postingan yang hanya ditampilkan sebagian, klik “CONTINUE READING” yang ada di bawah postingan, atau dengan mengklik judul postingan.
Selamat mencoba, dan selamat berbagi pada dunia! :)

Rabu, 26 Oktober 2011

Cara "Mengakali" Tugas dari Dosen

Kami punya dosen, yang menurutku cukup 'manja'. Ia tak mau ada yang tidak sesuai dengan keinginannya. Salah-salah, ia bisa ngambek! Ia dosen yang akan marah bila ada mahasiswa yang masuk kelas terlambat.
Di kelas lain, beberapa mahasiswa terlambat. Mereka diberi sanksi mengetik dua bab dari buku yang disusun sendiri oleh dosen itu. Ketikan itu harus sudah dikirim via email beberapa jam setelah jam kuliah berakhir.
Buku itu sangat besar, dan ukuran font di dalamnya pasti tidak akan lebih dari 10. Singkatnya, 2 bab itu pekerjaan yang sangat amat berat!

Aku tersenyum mendengar cerita itu keesokan harinya. Andai, andai mereka tahu, padahal ada cara yang sangat mudah dan cepat untuk mengerjakan tugas itu. Cara ini biasanya juga digunakan oleh pembuat ebook.
Nah, begini caranya:
1. Scan tiap halaman buku yang harus diketik tadi. Bila tidak ada scanner kamera bisa jadi alternatif.
2. Buka program Microsoft OneNote 2007 (dalam paket microsoft office)
3. Klik Insert > Picture > From files, lalu pilih gambar hasil scan tadi.
4. Gambar akan tampil di lembar kerja. Klik kanan pada gambar tersebut dan pilih "Copy text from picture"
5. Buka Microsoft Word, lalu paste di sana.
Selesai! Lakukan hal serupa pada halaman-halaman selanjutnya.

Kamis, 20 Oktober 2011

Toko Buku Zian

Hy kawan, tempo hari aku ikut kontes review halaman blogger di koran Media Kalimantan (Media Blogger) yang hadiahnya subdomain kayuhbaimbai.org. Alhamdulillah, reviewku terpilih sebagai salah satu pemenang (ada 3 pemenang). Jadi sekarang aku punya blog baru dengan alamat http://zian.kayuhbaimbai.org.

Nah, blog itu kugunakan untuk Toko Buku Online. Di sana dijual buku-buku sastra berkualitas dengan harga murah dan proses yang mudah, yaitu hanya dengan SMS. Di samping itu, untuk pembeli yang berdomisili di Banjarmasin dan Marabahan, ongkos kirim gratis! Dan juga pembayarannya bisa saat buku itu diantar.
Oke, buat kamu yang doyan baca buku, yuk buruan ditengok... :)