Minggu, 16 Desember 2012

Bikin Music Cover yuk..!

Pernah tau apa itu music cover? Music cover itu gampangnya adalah memainkan kembali lagu dari penyanyi/grup/band dengan cara kita sendiri. Makin lama makin populer di YouTube. Sebut saja David Choy dan Sam Tsui yang sudah populer duluan di dunia per-YouTube-an dengan modal bikin music cover dari lagu-lagu yang sedang hits. Kalo mau bikin music cover sebaik mereka rasanya harus belajar beberapa tahun lagi. Tapi daripada pasrah dan ga pede sama kemampuan kita, kenapa kita ga bikin yang sederhana aja dulu? Misalnya mainin sedikit atau mungkin keseluruhan dari lagunya. Ga usah repot-repot aransemen ulang, dengan kita memainkan kembali lagu dari artis itu aja udah bagus kok. Nah, sebelum mulai bikin music cover, sebaiknya baca dulu tips dari saya ini ya :

1. Persiapan
photo : musicademy.com
Ini kudu-harus-wajib lah. Kalo ga ada persiapan mana bisa ngerjain hal beginian? Selain persiapan, ya harus niat juga, kalo ga ada niat udah pasti ga ada persiapan yang akhirnya ga jadi mulai (apaan sih?). Persiapan mulai dari lagu yang mau dibawain, pelajari lagunya, persiapkan alat rekamnya, dan yang pasti internet kenceng buat upload.




2. Mulai Eksekusi
Udah siap semuanya? ayo mulai eksekusi. Untuk hasil terbaik coba hal berikut :
  1. Pakai kamera dengan resolusi bagus seperti camcorder atau DSLR. Tapi kalo ngga ada ya ga usah sedih, masih bisa pakai alat lain seperti kamera iPod, atau HP. Untuk kamera HP setting di resolusi terbaik, dan kalau bisa jangan pakai format 3gp. Ngga mau kan hasilnya kotak-kotak?
  2. Sebaiknya rekam hasil suara (alat musik atau vocal) ke device lain. Maksudnya, jangan mengandalkan hasil rekaman suara dari kamera kita, kecuali memang terpaksa contohnya : main piano yang ngga ada colokan outputnya, atau gitar akustik yang masih jadul. Coba di akalin dengan cara merekan pakai mic tambahan dan berharap suaranya jadi lebih baik. Kamera tugasnya merekam aksi kita, sedangkan suara sebaiknya kita rekam di PC, laptop, atau alat perekam lain yang nantinya kita satukan waktu editing. Jadi hasil suara yang didapat bisa maksimal.
  3. photo : mobile.osnews.com
  4. Setelah semua sudah didapat, saatnya kita edit. Disini kreasi kita mengedit sebagus, seunik dan sekreatif mungkin. Yang harus diperhatikan, gambar dan suara harus sync ya supaya orang ga berpikir "Dia lipsync ya?" atau "Kok mencetnya dimana, suara pianonya dimana? jangan-jangan bukan dia yang main". Ga mau kan hasil kerja keras kita rusak gara-gara video yang kacau?
  5. Kalo udah selesai dan kira-kira OK untuk di upload, mulai deh buka YouTube dan klik Upload. Sambil menunggu respon dari temen-temen yang udah kita share ke FB dan twitternya.
3.Konsisten
Gimana respon dari temen-temen yang lihat video kamu? Bagus atau kurang memuaskan? Kalo kurang bagus, jangan langsung down mungkin memang kita kurang "unik" jadi harus dipikirin lagi apa selanjutnya. Kalo bagus, jangan langsung puas. Coba cari referensi lain dan buat lebih bagus dari kemarin. Dan kalo udah banyak penggemarnya, siap-siap aja kewalahan buatin music cover pesanan mereka :)

Nah, udah tau tips nya sekarang. Udah ada ide mau bikin music cover buatan kamu sendiri?

#Contoh music cover yang pernah saya buat, klik disini.

Music Cover : Ten2Five - Lir Ilir

Sebelumnya saya mau cerita dulu kenapa kok tiba-tiba saya cover lagu artis lokal? biasanya yang aneh-aneh? Jadi gini ceritanya (jreng..jreng....) Waktu itu pernah ada quiz di twitter dan yang ngadain kebetulan Ten2Five. Karena dia lagi promosi album barunya yang judulnya I Love Indonesia, jadi ya lagunya lagu asli Indonesia yang di arrange ulang sama band ini. Entah lagi hoki atau gimana, nama saya ada di antara banyak nama pemenang (cihuy...sorak soray bergembira..) Dan setelah nunggu 2 hari tau-tau mas-mas kurir nongol di depan rumah minta makan mau ngaterin CD hadiah dari Ten2Five. Nah, langsung deh di setel di laptop, dengerin semua lagunya, dan yup...lagu ini yang paling nempel di kuping.

Nah, kebetulan lagi band ini baru aja bikin video klipnya Lir Ilir. Loh kok pas banget ya? Ya udah deh, seperti biasa pelajarin lagunya (yang kali ini cuma belajar 30 menitan) dan pencet sana pencet sini. Begitu upload ke YouTube dan share ke FB dan twitter-nya Ten2Five banyak yang kometarin juga. Malah sampe di komentarin sama Ten2five nya, walah..makin terbang tinggi aja nih haha. 


Kalo ada yang teliti perhatiin video ini, itu di bagian atas tuts keyboard ada CD Ten2Five hadiah dari quiz nya :)

#Peralatan yang dipakai :
Camera : HP Nokia C6-00
Keyboard : Yamaha PSR-740
Sound recorder : Sony SoundForge
Video Editing : Sony Vegas Pro 9.0

Music Cover : Beethoven Virus with Diana Boncheva

Setelah berhasil membuka mata penonton (halah, apasih?) di video cover yang pertama, akhirnya penasaran mau bikin yang baru lagi. Pinginnya bukan lagu yang "biasa-biasa" lagi. Sambil cari-cari lagu referensi di website favorit (baca: YouTube) akhirnya ketemu lagu yang ga biasa tapi asik juga nih kalo bisa. Waktu ketemu lagu ini di YouTube agak ga k yakin, bisa gak ya? Soalnya kedengeran rumit banget. Tapi bukan saya namanya kalo kalah sebelum perang (apa lagi sih ini?). Sampe-sampe bikin jadwal pelajarin lagu ini sepulang kerja. Ya, saya sampe pelajarin 1 hari 30 menit sampe 1 jam. Dan setelah 2 hari belajar kahirnya coba nekat buat. Padahal pelajarinnya cuma 2 hari, tapi setiap mau ngerekam mundur terus waktunya karena ga pede dan memang lagi banyak kerjaan. Sampe pada akhirnya langsung aja deh ga pake pikir lagi langsung siapin peralatan, duduk di depan keyboard, dan jari jemari mulai menjalankan tugasnya (terserah lu deh..!)


Dan...begitulah jadinya. Yang bikin seneng, penontonnya udah lebih dari seribu (saat blog ini ditulis) dan kebanyakan yang komentar dari luar negeri. Tralala...trilili...senangnya rasa hati :)

#Peralatan yang dipakai :
Camera : iPod Nano 5G
Keyboard : Yamaha PSR-740
Sound recorder : NG Wave
Video Editing : Pinnacle 9.3

Music Cover : Tokyo Jihen - Sounan

Pertama kali membuat video cover saya mencoba dari yang mudah dulu. Tapi mudah disini bukan berarti memainkan musik yang gampangan. Memang sih lagu Sounan yang dibawakan Tokyo Jihen ini kurang populer di dengar masyarakat awam. Malah saya juga baru mendengarnya sekitar 2 bulan sebelum saya memutuskan untuk membuat video covernya. Idenya sih karena pada suatu malam saya lagi browsing lagu di YouTube, tapi yang keluar malah music cover dari fans. Karena saya pikir saya bisa melakukan lebih baik dari orang yang di video itu makanya saya mulai pelajari 1 lagu yang mau saya jadikan video covernya. Setelah mencari-cari lagu yang cocok, entah kenapa saya malah memilih lagu ini. 

Setelah latihan 2 hari akhirnya saya beranikan merekamnya. Berbekal peralatan yang seadanya saya mulai merekamnya. Butuh waktu sekitar 5-6 kali take dan lebih dari 30 menit untuk membuatnya. Mau tau seperti apa sih jadinya? cek video dibawah ini.



Gimana?  Mau coba buat juga? Untuk yang pertama kali ingin membuat video music cover saya kasih tips nya ala saya klik disini ya

#Peralatan yang dipakai :
Camera : iPod Nano 5G
Keyboard : Yamaha PSR-740
Sound recorder : NG Wave
Video Editing : Pinnacle 9.0

Jumat, 14 Desember 2012

Ted (2012)

Bagi penggemar kartun Family Guy di FOX channel pasti sudah ngga kaget lagi nonton film ini. Karena di film karya Seth McFarlane ini terkenal sarkastik dan berbau mesum. Malah di beberapa scene terdapat juga kata-kata yang menghina Tuhan. Nah, berarti butuh pikiran yang sangat sangat terbuka untuk bisa menikmati film ini. Seperti halnya menonton kartun Family Guy, banyak kata-kata dan perilaku ngga terduga yang terlihat konyol tapi nyatanya itu mungkin gambaran manusia Amerika sehari-hari.

Adalah Ted, sebuah boneka beruang hadiah natal untuk John Bennet (Mark Wahlberg) dan diisi suaranya oleh si pencetusanya Seth McFarlane. Ternyata Ted yang diceritakan ngga se imut yang kita bayangkan. Penasaran? nonton saja kegilaan yang diperbuat oleh beruang Teddy ini. Di film ini juga ada si pengisi suara Meg di Family Guy, yaitu Mila Kunis. Jujur saja, saya makin nge-fans sama cewe seksi satu ini haha.


Walaupun jalan ceritanya mungkin masih gampang ditebak, tapi skenario yang cukup baik membuat penasaran untuk menunggu kegilaan apa lagi selanjutnya. Dan sudah pasti film yang murni ditujukan untuk dewasa ini sangat-sangat-SANGAT ngga pantas untuk di tonton anak-anak dibawah umur. Walaupun ada tokoh beruang lucu disitu, tapi tetap saja bukan untuk tontonan anak-anak atau mungkin remaja muda sekalipun. Kenapa saya bilang seperti itu? Selain kata-kata kasar dan berbau porno, di DVDnya yang versi Unrated juga terdapat adegan mesum Ted dan nyanyian yang liriknya menghina Tuhan. Jadi bagi yang penasaran untuk menonton ini sebaiknya buka pikiran  selebar-lebarnya.

Walaupun ada sisi negatif, tapi banyak juga sisi positif yang ingin diceritakan di film ini. Bagaimana? makin penasaran ingin nonton film ini? Kesimpulannya saya berikan nilai : 7.3/10 (Bagus Untuk Dikoleksi)