Minggu, 09 Oktober 2011

Foto-foto Kopdar di Batola Kemarin

Kopdar di Mandastana, Barito Kuala
Kopdar di rumahku
Hari Ahad, tanggal 25 September lewat, Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh Baimbai (KKB) kembali mengadakan kopdar, setelah cukup lama tidak ngumpul-ngumpul. Kebetulan lokasinya di rumahku, di Desa Puntik Dalam, kec. Mandastana, Barito Kuala. Sekitar 18 km dari Banjarmasin.

Wah, seru sekali pokoknya. Untuk report lengkapnya bisa ditengok langsung di sini. Dalam postingan ini aku cuma mau majang foto-fotonya.




Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia merupakan ide dan gagasan sekaligus momentum besar bagi sejarah perkembangan Blogger di Indonesia. Blogger Nusantara ialah event nasional blogger yang direncanakan 1000 Blogger akan melaksanakan kopdar di Sidoarjo 27-30 Oktober 2011.


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia secara lengkap informasinya dapat diikuti di bloggernusantara.com atau bisa membaca tulisan milik kawan, di Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia.

Ada berbagai macam lomba yang akan dilaksanakan dalam ajang Blogger Nusantara. Mulai dari kontes SEO, desain logo dan lain-lain. Secara pribadi saya mengucapkan selamat mengikuti ajang Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia. Saya sih tidak ikut, selain tidak ada dananya, juga kesibukan kuliah. Tapi kawan-kawan dari Komunitas Blogger Kalsel Kayuh Baimbai banyak yang mewakili hadir di sana.

Semoga dalam kesempatan lain, saya punya kesempatan untuk menghadiri ajang-ajang kopdar Blogger yang sifatnya skala nasional. Selamat kopdar, kawan. Selamat mengikuti

Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia.

Jumat, 07 Oktober 2011

Jalan Pulang

cinta bahalap - antologi puisi barito kuala

Mencakar damai, menyusur kabut;
di sana bersarang mimpi beserta sayap-sayapnya
Terkulai, mengendap, menyublim

Dalam tidur yang sama, dijumpa lagi peradaban beserta langitnya
Dan tanah yang membatu
Di matamu, sebuah sumur dengan kedalaman yang berkilau
Meretas pergumulan panjang, menanak keheningan paragrafmu

Telah usai narasi beku
Menjadi elegi musim kemarau
Menjadi jalan setapak panjang untuk aku pulang

Puntik Dalam, September 2011

(Puisi ini dimuat di harian Radar Banjarmasin, Minggu, 9 Oktober 2011 dan dibukukan dalam Cinta Bahalap: Kumpulan Puisi Penyait Batola Tahun 2013)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Final Destination 5 (2011)

Pada suatu malam saya melihat trailer-nya di salah satu channel tv di tv cable rumah saya. Pikiran pertama yang terbesit adalah : "Sayang sekali kalau film ini sampai tidak masuk Indonesia gara-gara masalah pajak film import yang sempat bermasalah beberapa lalu. Tapi wajah saya kembali tersenyum setelah melihat jadwal pemutaran di Indonesia mulai tanggal 21 September 2011. Sebagai penonton setia Final Destination dari seri pertama, pasti akan sangat mengecewakan jika sampai terlewatkan. 

Akhirnya saya menyempatkan menontonnya di bioskop. Seperti seri-seri sebelumnya, saya tidak menemukan bintang kenamaan di film ini, ya... kecuali si "orang hitam" misterius yang selalu datang setiap kali ada kematian. Setelah saya melihat reviewnya di beberapa media online, banyak yang berpendapat bahwa ada sedikit kemajuan dibanding film terdahulunya.

10 menit pertama adalah waktu yang cukup beresiko untuk film Box office. Apalagi diusung oleh duet produsen Warner Brothers dan New Line Cinema. Dan, ternyata bahkan mungkin 15 menit adalah permulaan yang cukup membosankan. Hingga yang ditunggu-tunggu (seperti biasanya) sebuah "penglihatan" mulai terjadi di film ini. Ya, kita bisa berimajinasi apapun di film ini untuk mendapatkan visual kematian yang menakutkan sekalipun. Mulai dari perut terburai, kepala pecah, badan remuk, you name it... ada disini.  Walaupun (sayangnya) agak dipaksakan untuk scene tertentu. Tapi bukankan memang itu yang penonton tunggu?

Sepertinya selain tertera label DEWASA, perlu juga ditambahkan KUAT JANTUNG & TIDAK HAMIL. Karena saya yakin orang yang berpenyakit jantung dan (apalagi) yang sedang hamil akan sangat berbahaya melihat adegan khas film ini. Sound effect dan Visual Effect yang baik menjadikan penonton lebih merasakan bahayanya. Bahkan saya pun harusnya rugi, karena beberapa kali memejamkan mata karena tak kuat melihatnya ahahaha...

Lupakan soal pemain kenamaan, jalan cerita yang padat dan drama yang menyentuh, karena kita menonton film bergenre Thriller. Jika Anda kecewa tidak mendapatkan itu semua, mungkin Anda salah masuk studio. Dan ada 1 hal yang menjadi pikiran saya, pada akhir film terdapat scene persis seperti di seri 1 (scene pesawat menuju Paris) dan beberapa adegan di seri sebelumnya pada credit title. Apakah ini akhir dari Final Destination? Dari keseluruhan penilaian saya jatuh diangka : 7,3/10 (Perlu Untuk Dikoleksi)


-Didiet Triquetra -

Sabtu, 18 Juni 2011

Gnome & Juliet (2011)

Pada awal film ini dipromosikan pada bulan Maret di Indonesia tidak ada rasa ketertarikan sama sekali pada film ini. Entah mengapa sudah merasa underestimate duluan melihat judul dan produser yang tertera pada posternya. Ya, setidaknya ini film animasi perdana Touchstone yang pernah saya tahu setelah sebelumnya mereka lebih sukses di film Live Action dan Drama. Ditambah karakter yang dibuat tidak seunik buatan ahlinya dibidang animasi, Pixar atau setidaknya Dreamworks.

Karena rasa "gerah"nya saya terhadap film Indonesia yang makin tidak mutu belakangan ini dan terhambatnya film Hollywood untuk masuk ke Indonesia, akhirnya saya putuskan untuk menambahkan koleksi DVD saya saja. Karena saya pun kebingungan karena sudah tidak update film baru, akhirnya saya memutuskan untuk membeli film animasi yang "tidak baru" saja. Dan Gnome & Juliet menjadi salah satu pilihan saya.

Pada awal film saya langsung menampik anggapan saya bahwa Touchstone tidak bisa membuat film animasi baik. Ternyata karakter yang "tidak terlalu unik" ini lucu juga. Walaupun sekilas mirip Toy Story buatan Disney-Pixar tapi nyatanya berhasil membuat saya tersenyum bahkan tertawa. Ditambah sound yang dihasilkan begitu baik sehingga menambah kenyamanan menonton. Itulah yang sayacari dari film animasi, penuh fantasi, komedi cerdas dan suara yang sempurna. Tapi itu hanya faktor pendukung saja disamping faktor utama yaitu jalan cerita yang kuat dan character itu sendiri.

Dan saya harus mengacungkan 2 jempol saya untuk sang sutradara dan para pengisi suara yang membuat saya masuk ke dalam ceritanya dan hampir membuat saya percaya bahwa Gnome-gnome itu nyata. Ceritanya pun dipermanis oleh balutan musik score yang apik dan lagu-lagu dari Sir Elton John. Walaupun cerita yang diambil mirip masterpiece Shakespeare "Romeo & Juliet" tapi plesetannya pun sangat menyentuh. Dan jujur saja, saya sampai menonton untuk kedua kalinya di hari yang sama :)

Dan kesimpulan yang saya berikan : 7,5/10 (Perlu untuk dikoleksi)

Ya, ini film animasi yang sangat baik dan bisa saya sejajarkan dengan koleksi animasi Pixar saya :)

-Didiet Triquetra-