Memangnya aku punya pilihan lain selain jatuh cinta padamu?
Selasa, 02 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
The Martian (2015)
Bagi penggemar film sci-fi sepertinya akan langsung menyukainya. Ditambah lagi, fil The Martian membawa film sci-fi ke level yang baru. Jadi bukan cuma tembak-tembakan pakai laser, main pedang lightsaber aja (oops... sorry star wars fans) atau terbang pakai teknologi canggih. Disini para penonton disuguhkan juga drama yang kental. Yang sebelumnya pernah menonton film Gravity, Interstellar, sepertinya ngga akan ketinggalan film ini juga. Bahkan sempat seketika saya mengira ini ada hubungannya dengan film Interstellar karena pemain utamanya adalah Matt Damon yang pada film Interstellar... ah sudahlah tonton dulu aja ya, daripada spoiler.
Hapir sama seperti kedua film yang saya sebutkan tadi, setting yang ditonjolkan di film ini bukan di bumi, tapi di planet lain. Sesuai dengan judulnya setting berada di planet Jupiter Mars
. Sepertinya kita makin diperkenalkan dunia lain selain di bumi. Keindahan angkasa luar tergambar jelas di layar besar. Tapi sayangnya untuk yang ngga terlalu suka berbau "luar angkasa" film ini akan terasa agak "garing" karena ngga banyak yang menarik di film ini. Drama yang dibangun juga menurut saya agak lambat dibanding Interstellar tapi masih lebih baik dari The Gravity menurut saya. Jadi untuk menikmati film ini hanya akan terasa di bioskop besar yang punya kualtas gambar dan suara yang 4 jempol.
. Sepertinya kita makin diperkenalkan dunia lain selain di bumi. Keindahan angkasa luar tergambar jelas di layar besar. Tapi sayangnya untuk yang ngga terlalu suka berbau "luar angkasa" film ini akan terasa agak "garing" karena ngga banyak yang menarik di film ini. Drama yang dibangun juga menurut saya agak lambat dibanding Interstellar tapi masih lebih baik dari The Gravity menurut saya. Jadi untuk menikmati film ini hanya akan terasa di bioskop besar yang punya kualtas gambar dan suara yang 4 jempol.
Akting Matt Damon yang ngga terlalu "wah" menurut saya sangat disayangkan. Karena setau saya aktor sekelas Matt harusnya bisa dapat peran lebih menantang lagi. Ada bagian yang paling menantang disaat Matt Damon diharuskan menurunkan berat badannya (saya yakin dia menggunakan stuntman) dikarenakan sedang mengirit makan karena...(oopps, nanti spoiler). Hingga adegan terakhir pun saya kurang greget sama drama yang di bangun selama film berjalan. Tapi entah kenapa film ini masuk ke salah satu nominasi Oscar? apakah mengikuti film The Gravity dan Interstellar? saya ngga tau juga. Tapi menurut hati saya yang paling dalam (halah) film ini ngga sehebat yang dibayangkan. Saya lebih merasakan drama di film Armageddon dibandingkan film ini. Tapi yah sudahlah, film ini cukup saya beri nilai 7/10 (tunggu di TV aja) sorry ya mas Matt.
The Walk (2015)
The Walk. Mungkin dari judulnya ngga terlalu menarik ya? tapi beruntung film ini punya promo yang gembar gembor jadinya bikin orang penasaran untuk nonton film ini. Saya seringkali melihat iklan film ini justru di MTV yang notabene bukan televisi film. Dari trailer yang ditampilkan ngga banyak adegan yang terlalu mencolok, bahkan terlihat seperti film drama biasa. Dan setelah saya tonton film ini memang drama yang... ngga terlalu biasa, kenapa? lanjtu baca ya.
Film ini berlatar kisah nyata dari seorang pejalan kabel (apa ya namanya?) bernama Phillipe Petit yang berasal dari Paris, Prancis. Di awal film kita sudah disguhkan gambar yang "menarik" dan akan sangat terasa kalau di tonton di bioskop dengan kualitas yang bagus karena akan terasa melayang. Dan untuk yang menderita Acrophobia (alias takut ketinggian) mungkin akan terasa seperti nonton film horor karena banyak angle dari ketinggian di film ini.
Penggambaran "menarik" yang saya maksud salah satunya adalah cerita dimana saat Phillipe mulai mengamen di Paris dan bertemu Annie (saya ngga mau spoiler disini, tonton aja ya) yang tergambar sederhana tapi terasa menarik dan membuat penasaran. Akting Joseph Gordon-Levitt di film ini sama kerennya saat dia memerankan film Premium Rush. Setiap adegan dilakoninya dengan cukup meyakinkan. Saya ngga tau apakah dia menggunakan stuntman saat adegan, tapi saya makin yakin kalo dia adalah calon aktor masa depan. Bahasa Prancis-Inggris nya juga keren ditambah tampangnya yang masih agak baby face mungkin memberi nilai tambah di film ini. Cerita yang sangat inspiratif walaupun agak ektreem ini bisa memberi motivasi ke penontonnya. Walaupun film ini ngga terlalu berat, tapi sisi drama nya masih cukup terasa. Kisah hidup dan persahabatn yang sungguh menyentuh menurut saya. Ngga banyak yang bisa saya komentari di film ini, jadi nonton aja ya karena ada sisi romantisnya, komedi dan beberapa ketegangan di beberapa scene yang cukup aman di tonton bersama keluarga dan teman. Dengan ini saya memberi nilai 7,5/10 (Cocok untuk koleksi).
Sabtu, 30 Januari 2016
Hanif dan Magnet Kesayangannya
Hanif tertelan magnet. Magnet berbentuk koin tersebut adalah mainan kesayangannya yang selalu ia bawa ke mana saja.
Ceritanya, saat itu ia dan Salma, kakaknya yang baru kelas 1 SD dititipkan dengan tetangga. Sejak lebih dari satu minggu ini ibunya, kakakku, ikut kursus menyetir setiap sore. Sementara ayah mereka baru pulang dari kantor jam 7 malam. Maka mau tidak mau kakakku harus membayar tetangga agar mau dititipkan mereka berdua selama ia kursus menyetir.
Saat di rumah tetangga itulah, Hanif yang iseng memasukkan magnetnya ke mulut, digelitiki oleh kakaknya. Dalam keadaan digelitiki, magnet itu sontak tertelan, tersangkut di kerongkongan, lalu masuk ke perut, ke lambung. Hanif menangis. Demikian pula Salma.
Kakakku yang saat itu sedang kursus menyetir tidak langsung mengetahui kejadian tersebut karena si tetangga tidak memiliki nomor teleponnya. Saat ia pulang, barulah ia tahu. Menurut si tetangga, magnet tersebut sebenarnya sudah ia singkirkan, namun Hanif mengambilnya lagi.
Dalam paniknya, kakakku menelepon suaminya, yang kemudian segera pulang. Dengan sebuah motor, empat beranak itu meluncur ke IGD rumah sakit terdekat, rumah sakit milik pemerintah. Beberapa mahasiswa koas berpraktik di sana. Menurut mereka, anak tersebut harus ke spesialis THT. Karena di rumah sakit tersebut poli THT hanya buka pagi sampai siang, maka sebaiknya dibawa lagi besok saja.
Anakku tertelan magnet, dan disuruh datang besok saja?!
Empat beranak itu lalu berangkat ke klinik dokter spesialis THT, namun ketika di depan klinik, kakakku ragu.
Magnet itu sudah tertelan, sudah ke perut, untuk apa lagi ke spesialis THT?
Mereka pun lalu memutuskan ke rumah sakit swasta. Dari IGD, Hanif dirujuk ke dokter spesialis bedah. Di rumah sakit swasta tersebut memang terdapat klinik spesialis yang buka malam hari. Dari sana, Hanif dibawa ke ruang radiologi untuk di-rontgen. Hasil rontgen menunjukkan posisi magnet tersebut di lambung.
Lalu dokter tersebut menjelaskan bahwa magnet tersebut kemungkinan besar nantinya akan keluar dengan sendirinya lewat BAB, mungkin beberapa hari, atau mungkin beberapa minggu. Mendengar penjelasan tersebut, mereka lega.
Dokter tersebut lalu menceritakan tentang pasien anak lain yang tertelan kunci, orangtuanya mendesak untuk dioperasi, tapi dokter tersebut menyarankan untuk menunggu saja sampai kunci tersebut keluar sendirinya. Dan setelah 13 hari, kunci itu pun keluar bersama dengan kotoran.
Dokter itu juga berpesan agar membawa lagi Hanif ke sini lima hari kemudian baik magnet itu sudah keluar ataupun belum.
Lalu lima hari berikutnya adalah hari-hari yang penuh ketegangan bagi keluarga tersebut. Setiap Hanif akan “e-e”, ibunya menyiapkan kantong plastik untuk menampung kotoran yang keluar. Tahi tersebut kemudian diubek-ubek untuk memeriksa apakah di sana ada magnet. Tapi setelah lima hari, benda yang ditunggu-tunggu tersebut tidak juga menampakka diri.
Sesuai anjuran dokter, mereka kembali membawa Hanif ke dokter sebelumnya. Perut Hanif kembali di-rontgen untuk mengetahui sudah di mana posisi magnet tersebut. Tapi ternyata magnet itu masih di tempatnya sebelumnya, di lambung.
Dokter lalu menanyakan bagaimana warna BAB Hanif. Ibunya menjawab warnanya coklat gelap. Dokter menjelaskan bahwa berarti sudah terjadi perdarahan pada lambung. Lalu dokter menjelaskan apabila sudah lebih dari empat hari benda tersebut tidak berpindah dari lambung, berarti benda itu memang sulit melewati lambung. Ditambah dengan adanya perdarahan, maka dikhawatirkan bila semakin lama akan membuat lambung bolong. Maka dokter pun menyarankan untuk dilakukan operasi.
Hal itu membuat kakakku dan kakak iparku merinding. Membayangkan putera mereka yang baru TK harus dibedah perutnya, bagaimana tidak nelangsa?
Namun karena itu memang jalan terbaik, saran itu pun disetujui. Operasi direncanakan dua hari kemudian, pada malam hari. Kakakku yang mengabarkanku hal tersebut memintaku untuk mengantar dan menjemput Salma sekolah selama Hanif dalam perawatan.
***
Pagi hari menjelang operasi, barulah orangtuaku kuberitahu bahwa Hanif akan dioperasi. Aku dan kakakku sengaja tidak memberitahu mereka secepatnya mengenai operasi ini karena ibuku gampang panik.
“Ya sudah, kamu secepatnya antarkan air ini ke rumah kakakmu, siapa tahu masih sempat. Air ini dimintakan pamanmu pada ‘tuan guru’ di Rantau. Kata pamanmu, orang-orang yang pernah tertelan logam selalu berhasil keluar setelah minum air doa dari beliau,” kata Abah.
Aku bingung. Setahuku tidak ada keluargaku dari Rantau yang baru datang. “Siapa yang mengantarkan dari Rantau?”
“Tidak diantarkan. Cuma ‘dibacai’ dari jarak jauh. Yang penting sudah diniatkan,” terang Ibu.
Aku sudah mafhum jika orang mendatangi ‘tuan guru’ membawa air, air itu kemudian dibacakan doa oleh si ‘tuan guru’ sesuai dengan hajat orang yang datang tadi, selesai membaca doa, biasanya si ‘tuan guru’ meniupkan napasnya ke air tadi. Air ini lalu diminumkan ke orang yang bersangkutan. Aku mafhum, karena tetangga kami sendiri adalah salah seorang ‘tuan guru’ yang setiap hari tak pernah sepi dari ‘klien’. Tapi dengan air yang didoakan dari jarak jauh semacam ini, aku merasa cukup ganjil.
“Nah, kalau air dalam botol yang satu ini dari Julak,” jelas Ayah. Yang ia maksud dengan Julak adalah tetangga kami yang kuceritakan tadi. “Air ini sebagian dituang ke piring dan dicampur minyak, lalu dioleskan ke perutnya Hanif. Jelaskan itu pada kakakmu. Cepat antar ke rumah kakakmu sekarang juga!”
Aku bersiap sementara kedua orangtuaku berangkat ke sekolah untuk mengajar. Selesai bersiap, aku menyalakan motorku yang sudah dua hari ini tidak kunyalakan. Tapi sial, motorku tak mau nyala. Berbagai cara sudah kucoba, tapi tetap tidak bisa. Tetanggaku yang juga pamanku ikut membantu menyalakan, tapi masih saja tidak berhasil.
“Ya sudah, nanti Paman bantu dorongkan ke bengkel. Tapi Paman mau mengantarkan Liana dulu.”
Setelah pamanku mengantarkan anaknya ke sekolah, ia membantu membawa motorku ke bengkel. Di bengkel tersebut aku harus menunggu lama karena harus antri dengan motor-motor bermasalah lainnya, sementara montirnya hanya satu orang. Hampir pukul 11, barulah tiba giliranku. Di tangan si montir, sekali sentuh, motorku langsung nyala. Sialan…
Aku pun bergegas menyelesaikan misi yang aneh ini: mengantar air yang didoakan dari jarak jauh. Kupikir, kalaupun toh air ini manjur, Hanif hanya punya kesempatan sebentar untuk meminumnya, sebab pasti ia harus puasa delapan jam sebelum dilakukan operasi. Lagipula, untuk apa pula air ini? Malam ini toh Hanif juga dioperasi.
Sebelum berangkat, aku mendapat pesan dari kakakku yang menyuruh untuk langsung mengantar air tersebut ke rumah sakit khusus bedah, tempat Hanif nantinya akan dioperasi. Rumah sakit tersebut cukup jauh, sangat jauh, malah. Sesampai di sana, aku membuka HP dan mendapati pesan bahwa kakakku dan Hanif sekarang di rumah, tadi ke rumah sakit hanya utuk mendaftar. Maka aku pun lalu berbalik menuju rumah kakakku, demi menyelesaikan misi ini. Sungguh, air yang merepotkan!
Ketika tiba di rumah kakakku, aku menjelaskan prosedur pemberian air doa ini sebagaimana yang dijelaskan Ayah. Hanif meminum air dari dua botol itu, air dari dua ‘tuan guru’. Aku tidak bisa menebak bagaimana perasaan Hanif saat ini, saat-saat menjelang dioperasi. Ia anak yang kuat.
Sekitar pukul dua siang, Hanif dan kedua orangtuanya berangkat ke rumah sakit. Aku sendiri tidak ikut, aku berencana ke sana nanti saja, saat menjelang magrib.
***
Tepat saat azan magrib berkumandang, aku tiba di depan pintu kamar di mana Hanif dirawat. Aku masuk. Di sana ada Hanif yang sedang makan di atas ranjang, ibunya yang sedang memberi makan, ayahnya, Salma kakaknya, kedua orangtuaku (kakek-neneknya), dan lima orang ibu-ibunya yang beberapa saat kemudian barulah aku tahu mereka guru TK-nya.
Tunggu, Hanif sedang makan?
“Hanif tidak puasa? Bukannya mau operasi?” tanyaku.
“Ini Hanifnya sedang buka puasa. Kan sudah azan magrib,” jawab Kakakku dengan tersenyum.
Menurutku ini bukan lelucon. Makan sebelum operasi organ dalam tubuh tentu sangat membahayakan.
“Bukannya Hanif mau dioperasi? Kok diberi makan?”
“Dokternya yang menyuruh.”
Aku bingung. Tapi kemudian aku mendapat penjelasan bahwa Hanif tadi baru saja di-rontgen lagi untuk memastikan lokasi magnet sebelum dilakukan operasi. Dan ternyata lokasi magnet tersebut sudah turun, tinggal sedikit lagi akan keluar. Rencana akan diberikan perangsang melalui dubur untuk mengeluarkannya. Dokter yang menjelaskan hal tersebut merasa cukup bingung.
“Aneh ya Mbak, padahal biasanya kalau sudah empat hari berada di lambung berarti benda itu memang tidak bisa melewati lambung,” kata kakakku menirukan ucapan si dokter.
“Luar biasa, air tiupan jarak jauh…,” hanya itu komentarku akhirnya.
Yang terjadi selanjutnya adalah dua orang perawat masuk ke kamar. Hanif disuruh melepas celana dan berposisi nungging. Salah seorang perawat memasukkan cairan perangsang melalui lubang dubur. Hanif langsung bilang mau “e-e”. Ayahnya membawanya ke kamar mandi. Kantong plastik besar dibentangkan di lantai. Hanif BAB di atasnya. Ibunya memeriksa tinja si Hanif. Magnet berbentuk koin itu ditemukan. Ibunya girang. Semua senang. Hanif terdiam. Tampaknya ia trauma dengan magnet.
Pelajaran moral:
- Awasilah selalu anak Anda. Anak yang di luar pengawasan biasanya suka berbuat nekat.
- Penting untuk memberitahukan nomor HP Anda pada tetangga. Bayangkan, siapa yang akan memberitahu Anda jika terjadi apa-apa pada rumah Anda sementara Anda sedang tidak di rumah?
- Berbaktilah pada kedua orangtua, terutama kepada Ibu. Ia rela melakukan apa saja demi Anda, bahkan mengubek-ubek kotoran Anda.
- Nyalakan motor setiap hari meski tidak ingin ke mana-mana. Hal ini untuk menjaga accu motor tetap terisi listrik. Pelajaran moral yang ini kudapat dari montir bengkel.
- Jangan remehkan air doa, tidak terkecuali yang didoakan dari jarak jauh. Percayalah, apa saja bisa terjadi bila Tuhan berkehendak.
- Terakhir, jangan memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke dalam mulut Anda. Ingat, Anda tidak tahu seseorang bisa menggelitik Anda kapan saja!
Ceritanya, saat itu ia dan Salma, kakaknya yang baru kelas 1 SD dititipkan dengan tetangga. Sejak lebih dari satu minggu ini ibunya, kakakku, ikut kursus menyetir setiap sore. Sementara ayah mereka baru pulang dari kantor jam 7 malam. Maka mau tidak mau kakakku harus membayar tetangga agar mau dititipkan mereka berdua selama ia kursus menyetir.
Saat di rumah tetangga itulah, Hanif yang iseng memasukkan magnetnya ke mulut, digelitiki oleh kakaknya. Dalam keadaan digelitiki, magnet itu sontak tertelan, tersangkut di kerongkongan, lalu masuk ke perut, ke lambung. Hanif menangis. Demikian pula Salma.
Kakakku yang saat itu sedang kursus menyetir tidak langsung mengetahui kejadian tersebut karena si tetangga tidak memiliki nomor teleponnya. Saat ia pulang, barulah ia tahu. Menurut si tetangga, magnet tersebut sebenarnya sudah ia singkirkan, namun Hanif mengambilnya lagi.
Dalam paniknya, kakakku menelepon suaminya, yang kemudian segera pulang. Dengan sebuah motor, empat beranak itu meluncur ke IGD rumah sakit terdekat, rumah sakit milik pemerintah. Beberapa mahasiswa koas berpraktik di sana. Menurut mereka, anak tersebut harus ke spesialis THT. Karena di rumah sakit tersebut poli THT hanya buka pagi sampai siang, maka sebaiknya dibawa lagi besok saja.
Anakku tertelan magnet, dan disuruh datang besok saja?!
Empat beranak itu lalu berangkat ke klinik dokter spesialis THT, namun ketika di depan klinik, kakakku ragu.
Magnet itu sudah tertelan, sudah ke perut, untuk apa lagi ke spesialis THT?
Mereka pun lalu memutuskan ke rumah sakit swasta. Dari IGD, Hanif dirujuk ke dokter spesialis bedah. Di rumah sakit swasta tersebut memang terdapat klinik spesialis yang buka malam hari. Dari sana, Hanif dibawa ke ruang radiologi untuk di-rontgen. Hasil rontgen menunjukkan posisi magnet tersebut di lambung.
Lalu dokter tersebut menjelaskan bahwa magnet tersebut kemungkinan besar nantinya akan keluar dengan sendirinya lewat BAB, mungkin beberapa hari, atau mungkin beberapa minggu. Mendengar penjelasan tersebut, mereka lega.
Dokter tersebut lalu menceritakan tentang pasien anak lain yang tertelan kunci, orangtuanya mendesak untuk dioperasi, tapi dokter tersebut menyarankan untuk menunggu saja sampai kunci tersebut keluar sendirinya. Dan setelah 13 hari, kunci itu pun keluar bersama dengan kotoran.
Dokter itu juga berpesan agar membawa lagi Hanif ke sini lima hari kemudian baik magnet itu sudah keluar ataupun belum.
Lalu lima hari berikutnya adalah hari-hari yang penuh ketegangan bagi keluarga tersebut. Setiap Hanif akan “e-e”, ibunya menyiapkan kantong plastik untuk menampung kotoran yang keluar. Tahi tersebut kemudian diubek-ubek untuk memeriksa apakah di sana ada magnet. Tapi setelah lima hari, benda yang ditunggu-tunggu tersebut tidak juga menampakka diri.
Sesuai anjuran dokter, mereka kembali membawa Hanif ke dokter sebelumnya. Perut Hanif kembali di-rontgen untuk mengetahui sudah di mana posisi magnet tersebut. Tapi ternyata magnet itu masih di tempatnya sebelumnya, di lambung.
Dokter lalu menanyakan bagaimana warna BAB Hanif. Ibunya menjawab warnanya coklat gelap. Dokter menjelaskan bahwa berarti sudah terjadi perdarahan pada lambung. Lalu dokter menjelaskan apabila sudah lebih dari empat hari benda tersebut tidak berpindah dari lambung, berarti benda itu memang sulit melewati lambung. Ditambah dengan adanya perdarahan, maka dikhawatirkan bila semakin lama akan membuat lambung bolong. Maka dokter pun menyarankan untuk dilakukan operasi.
Hal itu membuat kakakku dan kakak iparku merinding. Membayangkan putera mereka yang baru TK harus dibedah perutnya, bagaimana tidak nelangsa?
Namun karena itu memang jalan terbaik, saran itu pun disetujui. Operasi direncanakan dua hari kemudian, pada malam hari. Kakakku yang mengabarkanku hal tersebut memintaku untuk mengantar dan menjemput Salma sekolah selama Hanif dalam perawatan.
***
Pagi hari menjelang operasi, barulah orangtuaku kuberitahu bahwa Hanif akan dioperasi. Aku dan kakakku sengaja tidak memberitahu mereka secepatnya mengenai operasi ini karena ibuku gampang panik.
“Ya sudah, kamu secepatnya antarkan air ini ke rumah kakakmu, siapa tahu masih sempat. Air ini dimintakan pamanmu pada ‘tuan guru’ di Rantau. Kata pamanmu, orang-orang yang pernah tertelan logam selalu berhasil keluar setelah minum air doa dari beliau,” kata Abah.
Aku bingung. Setahuku tidak ada keluargaku dari Rantau yang baru datang. “Siapa yang mengantarkan dari Rantau?”
“Tidak diantarkan. Cuma ‘dibacai’ dari jarak jauh. Yang penting sudah diniatkan,” terang Ibu.
Aku sudah mafhum jika orang mendatangi ‘tuan guru’ membawa air, air itu kemudian dibacakan doa oleh si ‘tuan guru’ sesuai dengan hajat orang yang datang tadi, selesai membaca doa, biasanya si ‘tuan guru’ meniupkan napasnya ke air tadi. Air ini lalu diminumkan ke orang yang bersangkutan. Aku mafhum, karena tetangga kami sendiri adalah salah seorang ‘tuan guru’ yang setiap hari tak pernah sepi dari ‘klien’. Tapi dengan air yang didoakan dari jarak jauh semacam ini, aku merasa cukup ganjil.
“Nah, kalau air dalam botol yang satu ini dari Julak,” jelas Ayah. Yang ia maksud dengan Julak adalah tetangga kami yang kuceritakan tadi. “Air ini sebagian dituang ke piring dan dicampur minyak, lalu dioleskan ke perutnya Hanif. Jelaskan itu pada kakakmu. Cepat antar ke rumah kakakmu sekarang juga!”
Aku bersiap sementara kedua orangtuaku berangkat ke sekolah untuk mengajar. Selesai bersiap, aku menyalakan motorku yang sudah dua hari ini tidak kunyalakan. Tapi sial, motorku tak mau nyala. Berbagai cara sudah kucoba, tapi tetap tidak bisa. Tetanggaku yang juga pamanku ikut membantu menyalakan, tapi masih saja tidak berhasil.
“Ya sudah, nanti Paman bantu dorongkan ke bengkel. Tapi Paman mau mengantarkan Liana dulu.”
Setelah pamanku mengantarkan anaknya ke sekolah, ia membantu membawa motorku ke bengkel. Di bengkel tersebut aku harus menunggu lama karena harus antri dengan motor-motor bermasalah lainnya, sementara montirnya hanya satu orang. Hampir pukul 11, barulah tiba giliranku. Di tangan si montir, sekali sentuh, motorku langsung nyala. Sialan…
Aku pun bergegas menyelesaikan misi yang aneh ini: mengantar air yang didoakan dari jarak jauh. Kupikir, kalaupun toh air ini manjur, Hanif hanya punya kesempatan sebentar untuk meminumnya, sebab pasti ia harus puasa delapan jam sebelum dilakukan operasi. Lagipula, untuk apa pula air ini? Malam ini toh Hanif juga dioperasi.
Sebelum berangkat, aku mendapat pesan dari kakakku yang menyuruh untuk langsung mengantar air tersebut ke rumah sakit khusus bedah, tempat Hanif nantinya akan dioperasi. Rumah sakit tersebut cukup jauh, sangat jauh, malah. Sesampai di sana, aku membuka HP dan mendapati pesan bahwa kakakku dan Hanif sekarang di rumah, tadi ke rumah sakit hanya utuk mendaftar. Maka aku pun lalu berbalik menuju rumah kakakku, demi menyelesaikan misi ini. Sungguh, air yang merepotkan!
Ketika tiba di rumah kakakku, aku menjelaskan prosedur pemberian air doa ini sebagaimana yang dijelaskan Ayah. Hanif meminum air dari dua botol itu, air dari dua ‘tuan guru’. Aku tidak bisa menebak bagaimana perasaan Hanif saat ini, saat-saat menjelang dioperasi. Ia anak yang kuat.
Sekitar pukul dua siang, Hanif dan kedua orangtuanya berangkat ke rumah sakit. Aku sendiri tidak ikut, aku berencana ke sana nanti saja, saat menjelang magrib.
***
Tepat saat azan magrib berkumandang, aku tiba di depan pintu kamar di mana Hanif dirawat. Aku masuk. Di sana ada Hanif yang sedang makan di atas ranjang, ibunya yang sedang memberi makan, ayahnya, Salma kakaknya, kedua orangtuaku (kakek-neneknya), dan lima orang ibu-ibunya yang beberapa saat kemudian barulah aku tahu mereka guru TK-nya.
Tunggu, Hanif sedang makan?
“Hanif tidak puasa? Bukannya mau operasi?” tanyaku.
“Ini Hanifnya sedang buka puasa. Kan sudah azan magrib,” jawab Kakakku dengan tersenyum.
Menurutku ini bukan lelucon. Makan sebelum operasi organ dalam tubuh tentu sangat membahayakan.
“Bukannya Hanif mau dioperasi? Kok diberi makan?”
“Dokternya yang menyuruh.”
Aku bingung. Tapi kemudian aku mendapat penjelasan bahwa Hanif tadi baru saja di-rontgen lagi untuk memastikan lokasi magnet sebelum dilakukan operasi. Dan ternyata lokasi magnet tersebut sudah turun, tinggal sedikit lagi akan keluar. Rencana akan diberikan perangsang melalui dubur untuk mengeluarkannya. Dokter yang menjelaskan hal tersebut merasa cukup bingung.
“Aneh ya Mbak, padahal biasanya kalau sudah empat hari berada di lambung berarti benda itu memang tidak bisa melewati lambung,” kata kakakku menirukan ucapan si dokter.
“Luar biasa, air tiupan jarak jauh…,” hanya itu komentarku akhirnya.
Yang terjadi selanjutnya adalah dua orang perawat masuk ke kamar. Hanif disuruh melepas celana dan berposisi nungging. Salah seorang perawat memasukkan cairan perangsang melalui lubang dubur. Hanif langsung bilang mau “e-e”. Ayahnya membawanya ke kamar mandi. Kantong plastik besar dibentangkan di lantai. Hanif BAB di atasnya. Ibunya memeriksa tinja si Hanif. Magnet berbentuk koin itu ditemukan. Ibunya girang. Semua senang. Hanif terdiam. Tampaknya ia trauma dengan magnet.
Pelajaran moral:
- Awasilah selalu anak Anda. Anak yang di luar pengawasan biasanya suka berbuat nekat.
- Penting untuk memberitahukan nomor HP Anda pada tetangga. Bayangkan, siapa yang akan memberitahu Anda jika terjadi apa-apa pada rumah Anda sementara Anda sedang tidak di rumah?
- Berbaktilah pada kedua orangtua, terutama kepada Ibu. Ia rela melakukan apa saja demi Anda, bahkan mengubek-ubek kotoran Anda.
- Nyalakan motor setiap hari meski tidak ingin ke mana-mana. Hal ini untuk menjaga accu motor tetap terisi listrik. Pelajaran moral yang ini kudapat dari montir bengkel.
- Jangan remehkan air doa, tidak terkecuali yang didoakan dari jarak jauh. Percayalah, apa saja bisa terjadi bila Tuhan berkehendak.
- Terakhir, jangan memasukkan sesuatu yang bukan makanan ke dalam mulut Anda. Ingat, Anda tidak tahu seseorang bisa menggelitik Anda kapan saja!
Jumat, 22 Januari 2016
FRIENDS
Untuk orang dengan tahun kelahiran tahun 80an pasti ngga asing dengan serial asli Amrik ini. Apa yang teringat dengan serial kesayangan satu ini? Persahabatannya? Kelucuannya? atau mungkin kangen dengan pemainnya yang ganteng & cantik? Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari serial sederhana ini. Walaupun terlihat sederhana dan mudah dicerna, tapi sisi kemanuasiaan dan khususnya persahabatan sangat terasa setelah menonton serial ini. Untuk yang belum pernah nonton atau mungkin ngga tahu serial apakah ini? Tenang aja, untungnya channel tv (berbayar) WarnerTV menghadirkan mereka kembali ke layar tv. Ngga nonton seri dari awal? tenang aja, serinya akan terus berulang dari season 1 (tahun 1994) sampai endingnya di season 10 (tahun 2004). Dan jangan heran begitu menonton seri pertamanya, pasti penasarna dengan seri berikutnya dan seterusnya. Bahkan pemainnya akan bikin kita kangen terus setiap harinya.
Nah untuk sekedar nostalgia dan memperkenalkan serial ini, saya mau buat sedikit cerita berkesan di serial ini. Sudah siap? ini dia.
Singkat cerita, teman-teman kita ini (alias Friends) adalah sekumpulan anak muda yang berdomisili di tengah kota New York dengan karakter dan kemampuan beda-beda. Mereka selalu berkumpul di sebuah coffee shop (awalnya sebuah bar) bernama Central Perk yang kebetulan dekat dengan apartemen mereka. Setting yang dipakai ngga jauh-jauh dari apartemen dan coffee shop walaupun sesekali ada tempat lain seperti kantor, pinggir jalan (buatan), butik dll. Dan inilah cikal bakal sitkom (situasi komedi) yang kesemuanya dilakukan di dalam studio dan di tonton penonton secara langsung.
Setelah mengetahui setting dan latar belakang serial ini, sekarang kita kenal lebih dekat sama pemainnya yuk.
Ross Geller
Diperankan oleh David Schwimmer (namanya susah ngetiknya) awalnya adalah seorang kutu buku yang culun dan minder. Dengan berperawakan mediteranian tampaknya membantu Ross menjadi cowo ganteng tapi sayangnya ngga pede. Sejak kuliah Ross bersahabat dengan Chandler yang menjadikan dia menjadi "sok" playboy. Cinta sejatinya ada Rachel yang kebetulan sahabat dari Monica, adiknya. Sejak bertemu Rachel di masa kuliah Ross ngga pernah berani ngobrol dengan Rachel karena merasa culun dan minder. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian Ross bertemu kembali dengan Rachel di sebuah bar (yang akhirnya berubah menjadi coffee shop) dan mencoba mendekatinya. Ross pernah menikah dengan Carol yang terpaksa dia tinggalkan karena ternyata punya hubungan gelap (lesbian) dengan temannya, Susan. Ross juga sempat punya anak dari Carol bernama Ben.
Karakter Ross adalah seorang yang pintar dan serius. Dia selalu memperhatikan detail dan akan mengkritik orang lain apabila ada salah. Sifatnya yang keras kepala menjadikan dia terlihat seperti pemimpin di perkumpulannya tapi karena saat muda dia sering mider makanya seringkali dia ngga pede dengan pendapatnya. Ross juga sangat setia dengan sahabatnya dan ngga segan akan menolong sesulit apapun dan seringnya dia mengalah dengan adiknya, Monica.
Monica Geller
Diperankan oleh Courteney Cox yang ternyata adalah adiknya Ross. Saat muda Monica adalah gadis gemuk yang sangat suka makan coklat. Monica bersahabat dengan Rachel dan sempat mengenalkannya ke abangnya, Ross. Suaranya yang nyaring menjadikan Monica terlihat judes, padahal nga juga. Dari kecil Monica ngga terlalu istimewa di mata orangtuanya karena bertubuh gemuk dan tidak sehebat abangnya Ross yang saat itu kutu buku yang menjadikannya lebih pintar dari Monica. Karena dulunya dia suka makan, akhirnya kebiasaan buruk itu berubah menjadi baik setelah menjadikannya seorang koki di sebuah cafe.
Karakter Monica adalah seorang yang suka mengatur. Di sini dia digambarkan sebagai orang yang memiliki penyakit OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) yang membuatnya selalu tidak nyaman kalo ada sesuatu yang ngga pada tempatnya dan ngga seharusnya. Sisi plusnya, apartemennya selalu bersih dari noda dan barang yang tersusun rapih, tapi sisi minus nya dia akan sangat marah kalo ada barang yang ngga ada pada tempatnya. Sahabatnya yang sering datang berkunjung ke apartemennya sering dibuat ketakutan apabila salah meletakkan bantal kursi yang ngga pas pada posisi semula, atau ngga menggunakan handuk sesuai kegunaannya. Dan inilah yang membuat Phoebe pelan-pelan "kabur" dari apartemen yang di sewa bersama. Karena sifatnya (yang dianggap aneh) itu Monica jadi sulit mendapatkan pacar. Dia sudah berusaha mencari pacar dimanapun tapi dia sendiri yang memutuskannya karena ngga cocok dengannya. Sifatnya yang terkesan judes dan galak tapi sesungguhnya dia sangat perhatian dengan para sahabatnya. Karena walaupun seringkali dia ngga spendapat dengan kritik sahabatnya, pada akhirnya dia akan mengakui kalau dirinya salah dan mencoba berubah lebih baik.
Chandler Bing
Diperankan oeh Matthew Perry yang juga sahabat Ross sejak kuliah. Chandler lah yang juga membantu Ross melewati masa-masa sulitnya di masa kuliah untuk masalah percintaan. Tapi sayangnya para gadis lebih memilih Ross ketimbang Chandler karena fisiknya yang membuat orang mengira dia adalah seorang (maaf) gay. Dengan dandanan rapih, rambut tersisir dan brewok rapih membuat para wanita ngga menganggap Chandler. Kisah percintaan Chandler juga ngga semudah sahabatnya ditambah dia punya sejarah keluarga yang kurang baik yaitu ayahnya seorang gay dan akhirnya melakukan transgender. Kehidupan kecilnya yang dikelilingi pria gay membuatnya lebih kemayu dan seringkali minder kalau dekat dengan wanita cantik. Tapi kalo dia sudah suka dengan satu wanita dia ngga akan melepaskannya walaupun sudah putus dan sambung berkali-kali.
Karakter Chandler adalah seorang yang jenaka. Walaupun banyak leluconnya ngga bisa dimengerti lawan bicaranya. Bukan cuma orang lain, kadang para sahabat juga ngga ngerti. Dan ini lah yang membuat kita penonton makin tertawa. Diantara para sahabatnya, Chandler adalah seorang kantoran yang sering berbicara serius ke rekan kerjanya, dan seringkali hal itu terbawa ke lingkungan para sahabatnya dan inilah yang membuatnya canggung dan sering ngga dimengerti para sahabatnya. Dengan bicara yang cepas-ceplos dan kurang dimengerti para sabahatnya dia tetap berusaha untuk masuk ke dalam lingkungannya. Dia juga akan tersinggung kalo ada orang yang menjadikan nama belakangnya sebagai bahan ejekan karena nama belakangnya Bing yang seperti bunyi bell.
Rachel Green
Diperankan oleh Jennfer Aniston yang awalanya adalah sahabat Monica. Aktris yang pernah dinobatkan menjadi wanita tercantik versi sebuah majalah fashion ini sangat cocok memainkan seorang Rachel. Berlatar belakang seorang gadis papi yang manja dan glamor tapi setelah keluar dari rumah dan harus bertahan hidup di New York akhirnya merubah gadis cantik ini. Sifatnya yang dulunya manja berangsur lebih struggle karena keadaan yang serba sulit. Rachel pernah bekerja sebagai pelayan cafe di coffee shop tempat mereka berkumpul, asisten sebuah perusahaan pakaian dan hingga akhirnya sukses menjadi asisten dari Louis Vuitton. Bertemu sekumpulan sahabat ini di sebuah bar (yang diubah menjadi coffee shop) saat dia kebetulan mampir bersama teman-teman kaya nya. Disitulah Rachel bertemu Monica dan akhirnya berlanjut tinggal di New York.
Karakter Rachel adalah seorang wanita manja dan cengeng tapi bisa menjadi teman yang baik disaat susah karena dia akan membantu dengan sebisanya keluar dari masalah walaupun dia ngga tau apa masalahnya. Karena keadaan yang sulit menjadikan dia lebih dewasa dan bisa menerima keadaan. Sifatnya yang agak ceroboh dan kadang pelupa menjadikan dirinya kurang diandalkan para sahabatnya terutama Monica. Setia dengan sahabat dan juga atasannya. Dia dengan berat hati rela meninggalkan sahabtnya walaupun berat untuk bekerja di Paris (spoiler). Dia paling benci kalo disamakan dengan ayahnya yang galak dan kolot.
Joey Tribbiani
Diperankan oleh Matt Le Blanc adalah seorang playboy berkebangsaan Italia. Wajahnya yang (serasa) ganteng menjadinya dirinya pede tinggi. Joey bukan seorang yang pintar dalam bidang akademis, tapi dia pintar merayu setiap wanita cantik yang lewat, iya benar setiap wanita cantik. Kata saktinya "How you doin'?" menjadikan wanita kelepek-kelepek. Diantara semua sahabat, Jory lah paling modis kalo soal fashion. Keahliannya berakting menjadikannya dia sebagai aktor di beberapa opera sabun dan film murahan, bahkan teater rakyat pernah dia lakoni karena sulitnya mendapat peran di kota New York. Awal bertemu para sahabat adalah saat Chandler sedang mencari teman (patungan) apartemen. Awalnya Joey ngga kepilih Chandler karena kepedean merayu Monica (yang kamarnya berseberangan), tapi karena ada hal lain beruntungnya Joey terpilih menjadi teman sharing apartemen Chandler.
Karakter Joey yang jenaka dan ngga tau apa-apa ini lah yang membuat para sahabat kangen. Dia sering ngga paham apa yang para sahabatnya bahas karena keterbatasan akademisnya. Tapi Chandler dan Ross bisa mengandalkan Joey kalau untuk bicara ke wanita. Untuk kisah percintaan, Joey sepertinya anti punya pacar lebih dari 5 hari karena dia sering lupa sedang bersama siapa dia semalam. Jiwa bertahan hidupnya tinggi, walaupun seringkali curang dan akhirnya ketahuan. Dia selalu mengaku sebagai aktor, padahal cuma jadi figuran dan beberapa kali kerja serabutan. Joey sangat kompak dengan Chandler tapi sayangnya kadang keceplosan kalo lagi merahasiakan sesuatu. Sifat jahil Joey ke Chandler juga sangat didukung para sahabatnya.
Phoebe Buffay
Diperankan oleh Lisa Kudrow adalah seorang atheis yang absurd. Latar belakang Phoebe sebenarnya cukup kelam tapi entah kenapa ternyata bisa tergambar lucu di serial ini. Orang tua Phoebe adalah seorang hippies yang kecanduang narkoba dan alkohol. Sejak kecil Phoebe tinggal bersama ibunya yang pecandu alkohol dan menjual narkoba di lingkungannya. Sejak kecil Phoebe juga pernah merampas barang anak lain dan kebetulan seorang anak itu adalah Ross. Walaupun dari keluarga broken home Phoebe ngga pernah masuk ke hidupan gelap. Bahkan dia adalah seorang vegetarian dan anti pembunuhan hewan. Phoebe adalah seniman musik yang sering memainkan gitarnya di coffee shop walaupun lagunya ngga pernah jelas motifnya. Phoebe punya kembawan bernama Ursula Buffay. Sayangnya kembaran Phoene ini ngga sebaik kembarannya karena Ursula pernah menjadi sebagai penjual narkoba dan pemain film porno. Phoebe juga punya adik laki-laki yang bermasalah, yaitu jatuh cinta dengan wanita paruh baya dan pernah meminta tolong Phoebe untuk mengandung anaknya (dengan bantuan inseminasi) karena istrinya terlalu tua untuk mengandung. Sungguh kehidupan yang rumit tapi cukup lucu untuk ditertawakan.
Karakter Phoebe adalah seorang absurd, aneh, jenaka dan perasa. Dia ngga berani mengkritik seseorang sampai diminta. Sifatnya yang suka menyendiri dan punya kehidupan lain di luar para sahabatnya. Phoebe mudah bergaul walaupun ngga semua orang suka bergaul dengannya. Joey adalah salah satu sahabat yang mudah diajaknya bicara karena sifatnya yang sama-sama aneh. Kisah percintaanya cukup rumit karena pernah punya beberapa pacar punya janji bertemu di waktu yang bersamaan. Dia terlihat kurang peduli dengan masalah para sahabatnya tapi sebenarnya dia memperhatikan. Phoebe adalah pelengkap di kumpulan sahabat ini.
Selain karakter diatas, ada beberapa karakter yang mendukung cerita ini berlanjut sampai season 10. Sebut saja Gunther, si pelayan cafe berambut putih yang diam-diam menyukai Rachel. Janice, pacarnya Chandler yang sudah putus tapi sambung lagi dan putus lagi. Jack dan Jody, orang tua Ross dan Monica yang kolot. Selama 10 season kita akan melihat kematangan dari para karakter dan transformasi penampilan para aktor dan aktris Friends ini. Di sisi lain tanpa disadari kita bisa mempelajari karakter seseorang apalagi jika salah satu karakter Friends mirip seperti karakter sahabat kita sendiri. Dan dengan seknario yang kuat banyak terlahir kata-kata lelucon baru dan segar. Dengan cara berkomedi yang elegan tanpa memaksa, menjadikan serial Friends ini memiliki rating 9/10 di imdb. Kira-kira kamu mirip dengan karekter siapa dan suka dengan karekter siapa?
MEREKA SEKARANG (2015)
![]() |
| Ross Geller (David Schwimmer) 2015 |
![]() | |
| Monica Geller (Courteney Cox) 2015 |
![]() |
| Chandler Bing (Matthew Peery) 2015 |
![]() |
| Rachel Green (Jennifer Aniston) 2015 |
![]() |
| Joey Tribbiani (Matt Le Blanc) 2015 |
![]() |
| Phoebe Buffay (Lisa Kudrow) 2015 |
Intro Serial Friends Season 1 - 10
Langganan:
Postingan (Atom)
















