Minggu, 24 November 2013

The Croods (2013)

Sekilas awalnya agak pesimis sama filmnya. Film animasi bertema jaman batu ini dari trailernya ngga ada sesuatu yang bikin penasaran. Cuma kegilaan yang ditampilkan di trailernya. Tapi karena disitu tertulis : from creator of Ice Age, saya jadi sedikit memberi harapan kepada film ini. Tertolong karena iming-iming "Ice Age" itu tadi, dan ternyata memang benar, gambar yang ditampilkan cukup bagus dan karakter yang ditampilkan cukup menarik semenarik film Ice Age. Karakter yang saling bertentangan membuat film ini penuh konflik, walaupun ringan tapi pesan moralnya tersampaikan dengan baik.

Untuk sisi komedi memang agak maksa dan beberapa bagian agak garing, tapi untunglah hal itu terlupakan setelah melihat animasinya yang indah. Untuk sisi sound effect dan musik, ngga terlalu istimewa tapi sangat match dengan temanya.
Ada beberapa bagian yang menurut saya adalah sisi lain dari film Ice Age. Kalau Ice Age di zaman es, the Croods ada di zaman batu. Apalagi setelah mereka menemukan dunia baru yang sekilas mirip dengan film Ice Age 2 dimana mereka bertemu dengan Buck. DItambah pada saat ayah mereka menemukan binatang peliharaan, mengingatkan saya pada Buck yang akhirnya menjadikan Rudy sebagai binatang peliharaannya. Apakah mereka sengaja membuat situasi seperti itu, atau memang suatu kebetulan?

Dengan komedi ringan, animasi menawan walaupun agak lamban...sepertinya film ini cukup menarik kalau ditonton bersama keluarga. Walau begitu, film ini masih agak jauh dari harapan saya. Karena cerita yang ringan inilah membuat pesan moralnya jadi lebih mudah tersampaikan. Dan kesimpulannya, fim ini saya beri nilai 6.8/10 (Tunggu di TV saja).

Minggu, 03 November 2013

Wedding Trailer : Satrio + Citra

Ini dia salah satu hobby saya yang bisa menghasilkan uang. Membuat video wedding bisa sangat menyenangkan kalo memang kita semangat mengerjakannya. Awalnya sih cuma iseng aja menawarkan ke salah satu teman yang memang sedang cari pembuat dokumentasi pernikahannya. Dan karena mendadak, akhirnya saya diminta teman saya untuk bergabung di team dokumentasinya. Teman saya bertugas sebagai Photographer, tapi sayangnya belum ada yang mengisi posisi Videographer. Dengan meyakinkan diri dan melihat beberapa referensi di YouTube, akhirnya saya memberanikan diri untuk bersedia menggarap pembuatan videonya. Walaupun awalnya agak grogi karena ini video wedding serius pertama saya (sebelumnya cuma bantu shoot saudara yang nikahan), tapi overall saya cukup puas untuk hasil pertama saya, walaupun masih jauh dari ekspektasi saya. Dan inilah video wedding pertama saya :



#Peralatan yang dipakai :
Camera : Canon 60D

Sound recorder :iPhone 5S
Video Editing : Sony Vegas Pro 11

Dan berikut lanjutan dari wedding trailer yang lainnya :


#Peralatan yang dipakai :
Camera : Canon 60D

Sound recorder :Samsung Galaxy S4
Video Editing : Sony Vegas Pro 11




#Peralatan yang dipakai :
Camera : Canon 600D
Sound recorder :Samsung Galaxy S4
Video Editing : Sony Vegas Pro 11

Untuk booking, hubungi :
Twitter : @DidietTriquetra

Sabtu, 02 November 2013

Andai Tuhan Seperti Komite Skripsi

Kemarin sore pulang ke rumah orangtua. Selain untuk menyimpan buku-buku yang sudah saya baca dan buku-buku yang baru dibeli namun belum ingin membacanya, rencana mau mencari sertifikat kursus Microsoft Office karena tanpa disangka sertifikat itu sangat diperlukan. Untuk maju sidang proposal syaratnya sertifikat tersebut. Saya dulu ketika masih di pondok, tepatnya saat kelas 3 tsanawiyah, pernah ikut kursus komputer di pondok, tapi lupa apakah diberi sertifikat setelahnya atau tidak. Makanya, saya pulang buat mengeceknya. Siapa tahu ada, jadi tak perlu lagi ikut kursus hanya untuk memiliki sertifikat tersebut. Aneh juga, sesuatu dibuktikan dengan selembar kertas, bukan bagaimana kemampuannya.

Begitulah, sampai di rumah saya membongkar-bongkar berkas milik saya. Hasilnya, tidak ketemu. Yah, berarti dulu kami memang tidak diberi sertifikat. Kursus waktu di pondok dulu berarti tujuannya adalah agar kami para santri "bisa", bukan "terbukti bisa".
Tapi meski tidak ketemu apa yang saya butuhkan, saya ketemu ini

piagam santri terbaik
piagam santri terbaik
piagam santri terbaik
piagam santri terbaik
piagam santri terbaik

Melihat itu rasanya ironis sekali. Begitu jauhnya sudah saya melenceng dari bagaimana seharusnya seorang santri... Begitu banyaknya ilmu yang didapat dulu namun tak sedikit pun mampu diamalkan... Rasanya tidak ada artinya piagam-piagam tersebut. Andai Tuhan seperti Komite Skripsi yang menilai sesuatu hanya lewat kertas, tentu saya akan berpesan pada keluarga saya agar piagam-piagam tersebut nanti dimasukkan juga dalam kubur saya. Tapi Tuhan tidak seperti Komite Skripsi, bukan?

Minggu, 27 Oktober 2013

Snorkeling di Angsana, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

pantai angsana
Pantai Angsana

Pantai Angsana. Pantai ini sekarang sudah mulai ramai pengunjung. Pemerintah setempat tampaknya juga mulai membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas. Kata Adit, teman yang membawa saya ke tempat ini, hal tersebut tak lain adalah hasil dari upaya para blogger Kalsel mempromosikan pantai ini. Wah, bangga juga rasanya jadi blogger.  :)
Selain pantainya yang bersih dan tidak berlumpur, yang menjadi magnet Pantai Angsana adalah spot terumbu karang yang tak jauh dari pantai tersebut. Dengan menyewa kapal dan peralatan snorkeling, Anda bisa menikmati keindahan terumbu karang yang cukup rapat dan banyak dikerumuni berbagai macam ikan.
Hanya perlu waktu sekitar 5 jam dari Banjarmasin untuk tiba di pantai yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini.

Kemarin kami berangkat jam 2 subuh, dan tiba jam 7 pagi dengan satu kali singgah di mesjid buat shalat subuh. Untuk menuju spot terumbu karang, kami tidak lewat Pantai Angsana, melainkan pantai di sebelahnya yaitu Pantai Bunati, karena di sana terdapat dermaga sehingga lebih mudah untuk naik kapal.

Kami berganti pakaian di salah satu rumah warga setempat lalu berjalan menuju dermaga. Di dermaga sudah menunggu kapal nelayan yang disewa Adit yang akan membawa kami ke titik di mana banyak ditumbuhi terumbu karang dan kedalamannya cukup rendah.

dermaga pantai bunati
 Dermaga Pantai Bunati
dermaga pantai bunati
 Bersiap di dermaga Pantai Bunati

Dengan sebungkus roti dan air mineral, kami sarapan di atas kapal. Sekitar setengah jam, tibalah kami di titik yang dituju. Di bawah kapal yang kami naiki sudah jelas terlihat terumbu karang yang tumbuh rapat di bawahnya. Sudah tak sabar rasanya ingin segera menceburkan diri. :)

Kami memakai peralatan snorkeling: snorkel (pipa untuk jalan masuk udara), masker (kaca mata selam yang juga menutupi hidung dari air), sepatu katak, dan baju pelampung.
Nantinya, sepatu katak dan baju pelampung ini saya lepas karena malah menyulitkan bergerak dan menyelam.

Sampai sekitar jam 12 kami hanya berenang dan menyelam, menikmati keindahan dasar laut dan ikan-ikannya yang lucu seperti ikan nemo. Saya berkali-kali terminum air laut karena belum terlalu mahir menggunakan alat snorkel.

snorkeling di angsana Bercebur

 IMG-20131027-00985snorkeling di angsana   IMG-20131027-01008 IMG-20131027-01009

terumbu karang angsanazian armie wahyufi

Setelah puas, barulah kami kembali ke Pantai Bunati.
Di rumah warga tempat kami ganti pakaian tadi kami numpang mandi. Kami juga menyantap makan siang yang sudah disiapkan Adit: nasi, ikan bandeng, sayur yang banyak, kerupuk, sambal, dan pisang. Wah, sedap betul! Kenyang!
Perjalanan kami selanjutnya ialah Pantai Angsana. Pantai yang bersih, tidak berlumpur, pasirnya yang cukup putih, serta pemandangannya yang memesona. Sebenarnya, di Pantai Angsana juga standby kapal yang bisa kita sewa untuk menuju spot terumbu karang, bahkan jaraknya lebih dekat jika lewat pantai ini. Namun karena tidak ada dermaganya, kita harus bercebur dulu sebentar untuk bisa naik ke kapal.

pantai angsana
semacam ekspresi ditolak cewek :)

pantai angsana
semacam ekspresi menanti jodoh
pantai angsana

Sekitar pukul 3 sore, kami pulang dan sampai di Banjarmasin sekitar pukul 8 malam. Meski badan cukup capek, tapi pikiran sudah fresh... :)

Senin, 14 Oktober 2013

Gravity (2013)

Judulnya Gravity. Film apa tuh? Film luar angkasa? Yup. Film astronot? Yup. Film Planet & Alien? Nope. Trus film seperti apa? Inilah uniknya film arahan sutradara Alfonso CuarĂ³n. Dari awal film kita sudah disuguhi gambar bumi yang super duper amazing. Dari trailer yang pernah saya lihat di TV, kelihatannya ceritanya simple. 2 orang astronot yang sedang bertugas diluar angkasa suatu ketika tepisah karena banyaknya sampah angkasa yang melewati mereka dan menghancurkan stasiun luar angkasanya, sampai mereka terlempar dan terpisah di tengah angkasa luas. Lalu apa serunya? Banyak serunya, ditambah drama, visual efek dan sound efek yang lagi-lagi super duper amazing.

Selain disuguhkan gambar yang memukau, penonton juga "dipaksa" untuk merasakan kengerian yang dihadapi Ryan Stone (Sandra Bullock) dalam menjalankan misinya di luar angkasa. Ditemani oleh Matt Kowalski (George Clooney) yang akhirnya...
ah sudah lah, nanti jadi spoiler hehe.. Banyak ha;-hal teknis yang selama ini mungkin belum kita tau di paparkan disini. Seperti : There is nothing to carry sound (Tak ada suara bisa terdengar) dan Life in space is impossible (Tidak akan mungkin bisa hidup di luar angkasa). Dan kita juga bisa tau kalau selain punya Amerika, Russia dan China juga punya stasiun luar angkasa.

Banyak adegan diluar dugaan membuat penasaran sehingga memumculkan unsur what next? Tapi sepertinya hanya pecinta film sejati yang akan bertahan menonton film ini sampai credit title, karena selain harus bersabar kita juga harus masuk ke dalam filmnya. Ditambah gambar yang bergerak bisa membuat penontonnya agak merasa pusing dan mual. Akan sangat menyiksa untuk orang yang mengidap fobia di ketinggian, tempat gelap dan tempat sempit. Justru unsur yang membuat penontonya bisa masuk kedalam film itulah yang membuat film ini sukses.

Setelah menonton totalitas akting, visual efek, sound efek yang fantastik, maka tak salah saya memberi nilai : 8,3/10 (Recommended)