Minggu, 12 Mei 2013

Iron Man 3 (2013)

Siapa yang ga kenal sama pahlawan super ini? Ngga seperti temen-temen Marvel-nya yang jadi super karena kena sinar gamma, atau digigit laba-laba, si Iron Man ini jadi superhero karena dia punya duit ga berseri dan bisa bikin peralatan super (mirip Batman ya? tapi Batman DC comics, lain produsen :P) termasuk baju besi nya.

OK, cukup dengan perkenalan superhero ini dan mulai mengkritisi filmnya. Kebetulan awal bulan Mei 2013 di Jakarta sedang demam film ini. Sebenernya saya sih biasa aja, toh tinggal tunggu 6 bulanan film ini sudah nongol di HBO. Dan karena ajakan dari teman juga akhirnya saya rela membayar beberapa puluh ribu rupiah untuk nonton film ini. Dan supaya maksimal, saya pun memesan tiket 3D. Dan rasanya beberapa puluh ribu rupiah yang saya keluarkan cukup worth haha :D

Memang dimana ada Robert Downey Jr. pasti ada selingan komedi di dalamnya. Bahkan film serius seperti Sherlock Holmes pun ngga luput dari becandaannya. Di film ini ada beberapa spot komedi, tapi ya..gitu deh. Sebenernya sih jalan ceritanya hampir sama seperti formula film superhero lainnya. Nah, tinggal bagaimana si sutradara mengemas film yang notabene sudah hampir bisa ditebak penontonnya itu menjadi tetap seru dan bisa membuat penontonnya ga bergerak dari kursi. 

Film full action "jegar-jeger" macam gini memang seru kalo dimaksimalkan dengan teknologi 3D. Ada beberapa bagian yang memang sangat terasa kalau pakai 3D. Ditambah sound sistem (untungnya saya nonton di bioskop bagus) yang memang menggelegar sampai membuat kursi bergetar (ini ngga lebay, cobain aja sendiri). Banyak adegan yang "breath taking" apalagi di adegan jatuh dari pesawat yang.... ah ngga mau spoiler, nonton saja sendiri. Sepertinya anggapan saya : "menonton film superhero ya gitu-gitu aja", sedikit merubah pikiran saya. Atau memang kebetulan saya mendapat film yang bagus kali ini?

Dari menit ke 10 hingga ke 120 memang memaku mata saya ke layar. Pemain, komposisi gambar, musik, spesial efek dan semua yang ada didalamnya cukup memuaskan. Dan cukup pantas kalau saya beri nilai : 8/10 (Recommended).

Sabtu, 11 Mei 2013

Have a Good Time in Singapore (Day 2)

Kamar hostel S$24/malam
Suasana Pantry
Kaki sudah terasa lebih baik dibanding semalam yang pegelnya serasa abis lari marathon (lebay). Mumpung masih pagi (jam 07.00 SIN) saya bangun duluan untuk mandi. Saya sengaja mandi lebih pagi karena kalau sudah jam 8 pasti akan ngantri. Beres mandi, maksudnya mau ke lobby nonton berita (biar dibilang businessman) tapi ternyata TV nya out of order..yahhh... Jadinya saya cuma bisa duduk-duduk di lobby sambil nge cek email aja (wifi gratisan). Setelah jam 8, pantry dibuka untuk sesi tanya jawab sarapan. Roti tawar, selai dan teh atau kopi. Dinikmatin aja ya...

Gori, Dudi, Chandra bergaya dulu!
Setelah agak kenyang dengan sarapan seadanya, kami lanjutkan perjalanan. Setelah di hari pertama untuk explore the city, di hari ke-2 ini saya namakan temanya observing (gaya-gayaan saya aja nih) dan rutenya ke Singapore Science Centre, Sentosa dan Marina Bay Sands. Semoga saja ada cukup waktu dan tenaga untuk mendatangi ketiga tempat itu. Perjalanan ke Science Centre cukup jauh dan memakan waktu +-25 menit. Hampir sama jauhnya seperti dari Changi ke Bugis. Setelah sesampainya di MRT Jurong East, perjalanan kami lanjutkan dengan Bus.

Nah, ada pengalaman baru lagi untuk teman-teman saya, mereka jadi bisa mencoba Bus di Singapore

Tuh, sepi kan?
Bus nya sepiiiii
hehe. Ngga tau berapa cost untuk bus, karena jaraknya cuma 1 km-an dari terminal MRT. Saya sudah bilang ke kedua teman saya, kalau ngga suka dengan rutenya silahkan pilih tempat lain dan saya akan bantu memilihkan rute terdekat, dan ternyata mereka ikut semua rute saya. 

Ke Science Centre - Jurong East
Pintu masuknya
Ngga sah kalo ga foto disini dulu
Saya kira cuma saya aja yang suka science, ternyata mereka lebih betah haha. Saya pernah melihat hal yang seperti ini di Trans Studio Bandung, tapi jelas saja yang di Bandung itu cuma miniatur dari Science Centre di Singapore. Bagaimana bisa pelajaran Fisika, Biologi dan Kimia dibuat semenarik ini? jadinya kita ngga merasa belajar, tapi sesungguhnya kita dapat pengetahuan baru. Ditambah multimedia yang canggih bener-bener bikin betah kami di dalam. Untuk masuk ke dalam cuma butuh S$12 (harga April 2013) tapi karena ngga mau menyia-nyiakan kesempatan, kami pilih harga 2-in-1 yaitu S$17 sudah dapat tiket Science Centre dan tiket
Lagi tema serangga bulan ini.

Gayanya lebaaay!
Omni Theatre IMAX. Baru masuk aja suasananya udah menyenagkan, rasanya pingin terus masuk kedalamnya. Semua alat peraganya masih bagus dan 85% berfungsi. Kalo masuk ke ruang EARTH, jangan sampe kelewatan cobain simulasi gempa bumi. Ada 3 jenis tanah yang akan disimulasikan. Awalnya ngeri, tapi lama-lama asik juga haha. Rasanya kalo niat mau "tamat"in tempat ini harus siapin waktu seharian, ga akan selesai cuma 3 jam. Saya lupa ada berapa lantai, tapi rasanya ada 3 lantai.Untuk cari makan di tempat ini rasanya ngga ada pilihan selain McD yang ada tepat di seberang toko souvenir. Ada sih tempat makan lain tapi harus pergi
Ini makan siangnya
keluar kompleks Science Centre. Ngga usah lah, kejauhan mending makan McD juga lumayan buat ganjel-ganjel perut. Saya memesan 1 BigMac dan coke stotal harga S$5,80.


Harga tiket 2-in-1 S$17
 Lokasinya yang dibuat di pinggir kota membuat suasananya tenang. Padahal di tengah kota juga ga masalah sih, toh Singapore ga se crowded Jakarta. Tapi seru juga
Stempelnya Invincible loh!
sih, jadi bisa jalan-jalan ke pinggiran Singapore. Yang lebih keren lagi waktu baru masuk, tikertnya kita sendiri yang scan ke alatnya, self service banget. Abis di scan, tangan di cap deh. Lho, tapi kok ga keliatan? "Invincible!" kata mas-mas Singapore-nya. Beneran ga keliatan, mesti pake sinar UV dulu baru keliatan. Selain ruang peraga, ada juga ruang demo seperti fire tornado di jam-jam tertentu. Rasanya kalo diceritain satu persatu ga ada abisnya, mending lihat fotonya aja ya.

Segini harganya S$12 :(
Poop bug. Ewwww...
Karena masih banyak agenda, jadinya mau ngga mau kami haruspindah lokasi pada sore harinya walaupun saya masih belum puas masin di Science Centre. Mau beli souvenir yang aneh-aneh tapi sayang budget ngepas haha, akhirnya cuma bisa beli gantungan kunci S$12.


2-in-1 nya termasuk nonton IMAX
Fire tornado

Dinonya gerak sendiri kalo dideketin
Lanjut ke Sentosa Island
Lokasi wajib!
Dari Science Centre ke Sentosa Island cukup memakan waktu +-30 menitan. Lumayan deh untuk istirahat kaki sebentar. Untunglah saya menyarankan teman saya membeli kartu EZ link dibanding STP karena eh karena untuk naik monorail sentosa express kita cuma bisa bayar pakai kartu EZ link atau tiket sentosa express. Jadi lumayan kan ngga usah beli tiket lagi S$3, cukup pakai deposit yang ada di kartu EZ link aja. Karena sudah agak sore, jadinya kami hanya berfoto-foto di sekitar Universal Studios.

Kalap! ingat budget!
Niatnya cuma mau foto-foto aja, tapi tiba-tiba mata tertuju ke toko Hershey's disebelah toko souvenir Universal Studios, dan kaki maunya masuk situ, tangan maunya masukin beberapa kantong coklat ke tas belanjaan, tapi dompet enggan membayar haha... Untung masih di alam sadar, jadinya tangan ngambil, otak ngitung...begitu over budget taro coklatnya lagi ke rak haha.

Setelah isi dompet merringis karena di rampok toko coklat, kami lanjutkan untuk pindah station, Siloso Beach (bukan Susilo loh yah). Untung beach tram banyak yang beroperasi, jadinya bisa keliling pantai naik tram GRATIS (penting tuh kata GRATIS nya). Sambil istirahat dan ngadem, saya ambil beberapa foto deh buat kenang-kenangan. Saya ga main di pantainya, karena pasirnya "agak" palsu. 

Saya lupa kalo jam di Singapore maju 1 jam. Saya cuma melihat jam tangan saya menunjukkan jam 17.30, padahal ini sudah jam 18.30. Takut kehabisan tram GRATIS (habis jam 19.40 SIN dan lanjut lagi jam 20.30 SIN) akhirnya kami buru-buru ngantri di halte tram. Dan setelah menunggu 15 menitan akhirnya kami dapat duduk di samping belakang pak supir yang sedang bekerja.


Ngibrit ke Marina Bay Sands
Wonderful Water & Light Show. Photo : Gori
Dengan tenaga yang tersisa, kami mengejar monorail dan MRT yang kebanyakan penuh (karena sudah mulai malam). Saya lupa kalau di Marina Bay Sands akan ada Wonderful Water and Light Show jam 19.15 dan 20.15. Kami berjalan agak cepat ke Marina Bay Sands sambil berharap tidak ketinggalan pertunjukan itu. Fiuh, perjuangan ngga sia-sia, saya masih sempat lihat pertunjukan GRATIS itu lagi. Dan lagi-lagi batere di camcorder abis, jadinya lagi-lagi ga bisa ngerekam moment seru ini :'(
Setelah seru-seruan seharian, waktunya cari makan malam. Ngga mau ambil resiko cari-cari tempat makan, kami putuskan untuk cari makan malam di Bugis Street..lagi...Dan lagi-lagi harus menerima makan Indonesia BBQ haha. malam pun makin larut, toko-toko di sektira Bugis Street sudah banyak yang tutup, kami akhiri perjalanan hari ini menuju hostel untuk beristirahat dan siap menikmati perjalanan di hari terakhir, besok.

Biar lebih seru, lihat video perjalanan kami di hari 2 yuk : 



Hari terakhir kami di Singapore ngga kalah seru loh, cek disini yuk. 

Lihat juga foto lainnya di sini.


Ke Solo, Ikut Asean Blogger Festival 2013 #4: Perempuan Itu Bernama Mien

aku dan Mien - blogger vietman
Hari 4
May I take a photo with you?
Oh, yes,” jawab Mien, blogger asal Vietnam yang duduk di kursi sampingku.
Itu adalah acara jalan-jalan. Peserta Asean Blogger Festival 2013 dibagi, ada yang ke Candi Sukuh dan ada yang ke Sangiran. Aku dan Pak Samsuni ikut yang ke Sangiran. Awalnya aku cuma tahu Sangiran itu sebuah museum. Begitu kami sampai, barulah aku tahu ternyata Sangiran bukan museum biasa, melainkan museum khusus manusia purba.
Museum yang baru diresmikan tahun 2011 itu memiliki banyak koleksi yang dibagi dalam beberapa ruang pamer. Pintu keluar ruang pamer 1 akan menuju ke pintu masuk ruang pamer 2, pintu keluar ruang pamer 2 akan mengarah ke pintu masuk ruang pamer 3. Dengan model seperti itu, pengunjung rasanya seperti berpetualang. Ada penjaga di tiap ruangan. Ada juga ruangan khusus untuk pemutaran film manusia purba. Pokoknya keren, museum terbaik di Kalsel tak ada apa-apanya sama sekali dibanding museum ini. Namun, meski bagaimanapun, aku tetap tak akan percaya manusia berawal dari kera.

Nah, karena terlalu asik di warung, kami hampir ketinggalan. Kami buru-buru menuju bis yang sebelumnya membawa kami. Aku menemukan tempat duduk kosong dan minta ijin pada perempuan yang duduk di samping kursi kosong tersebut. Ia menjawab dengan bahasa Inggris. Wah, peserta dari luar Indonesia rupanya... Sementara Pak Samsuni kulihat duduk di samping sopir.
patung manusia purba di museum sangiranfosil manusia yang sudah berusia 7000 tahun
Di situlah aku berkenalan dengan Mien, nama perempuan tadi. Sebelumnya aku sudah menjelaskan padanya bahwa “Sorry, I can’t speak English”. Tapi, kami tetap ngobrol, meski sedikit-sedikit. Untuk menjaga privasi Mien, aku tak akan bercerita banyak tentang dia.
Sebelum kembali ke hotel peserta dikumpulkan di Urban Forest, sebuah taman di samping Sungai Bengawan Solo. Acara di sana adalah tanam pohon. Saat acara selesai, aku tidak tahu lagi Mien duduk di mana dan di bis nomor berapa. Padahal aku ingin sekali mengucapkan sedikit kalimat bahasa Inggris yang kuketahui: Nice to meet you... :)
Hari ini aku bertekad, aku harus bisa bicara bahasa Inggris dengan lancar. Harus!

Jumat, 10 Mei 2013

Ke Solo, Ikut Asean Blogger Festival Indonesia 2013 #3: Andai Aku Bisa Ngomong Inggris

cewek cantik dari burma
Hari 3
Acara berupa rangkaian seminar dan diskusi dimulai dari pagi hari. Terhalang teman sekamarku Eriek, duduk seorang cewek cantik dari Burma. Eriek mengajak cewek itu ngomong, mereka pun cas-cis-cus ngomong Inggris. Ah, dari malam tadi orang-orang asik ngomong Inggris dengan peserta-peserta dari luar Indonesia, dan sekarang hal itu kembali terjadi di sampingku. Aku, jangankan bisa ngomong, ngerti pun tidak kalau orang bicara bahasa Inggris.
Kebodohanku akan bahasa Inggris semakin mengejekku ketika moderator dan para panelis menyampaikan materi dengan bahasa Inggris. Aku terpatung, tak mengerti sama sekali, tak mengerti kenapa tiba-tiba peserta tepuk tangan, tiba-tiba peserta tertawa, tiba-tiba peserta berseru-seru.
Kebodohanku itu semakin tampak jelas ketika seorang cewek asing, entah dari negara mana, mau duduk di sampingku. Ia bertanya dengan bahasa Inggris yang kutebak artinya mungkin apakah ia bisa duduk di sampingku. Kujawab, “Yes.. Yes!

Lalu ia bertanya lagi, tidak tahu kenapa, mungkin maksudnya tadi apakah ada orang yang menempati kursi di sampingku itu. Kutunjuk peserta dari Banten yang pindah duduk ke depan. Aku ingin mengisyaratkan bahwa silakan duduk, sebab yang duduk di situ sebelumnya sudah pindah ke depan, jadi silakan saja duduk. Tapi cewek asing itu masih ragu untuk duduk. Aku yang tak bisa berkata-kata cuma bisa mengambil note yang terletak di meja sampingku, kemudian dengan isyarat tangan mempersilakan si cewek asing duduk. Ia pun akhirnya duduk.
Masalah kembali muncul ketika aku dan Eriek mau keluar, karena terhalang si cewek asik tadi maka aku harus permisi dengannya. Tapi aku tidak tahu harus bicara apa, tak mungkin juga aku menyentuh tangan atau bahunya untuk memberi isyarat. Eriek menyadari itu, dan langsung berkata pada si cewek asing, “Excuse me...” Ah, bukankah aku pernah diajarkan kalimat tersebut?! Sial!
Pemateri yang paling banyak mendapat perhatian dari peserta ialah Prof. Hermawan Kartajaya. Kata peserta lain, ia orang yang terkenal. Tapi aku tidak kenal :)
Materi yang bisa kutangkap ialah apa yang disampaikan Dinas Pariwisata Kota Solo, karena menggunakan bahasa Indonesia. Pak Dinas menjelaskan bahwa Solo tak punya apa-apa kecuali seni dan budaya. Dan pemerintah berhasil mengembangkan dua hal tersebut dengan sangat baik. Ada kalender kegiatan seni dan budaya yang dibagikan pada pengunjung kota Solo. Hampir tiap hari ada kegiatan seni budaya. Luar biasa. Andai Pemko Banjarmasin juga seserius demikian dalam mengembangkan seni dan budaya, pastilah akan menjadi tujuan penting dalam wisata seperti Solo..
mangkunegaran art festival
Malam hari, peserta diarahkan untuk mengunjungi Mangkunegaran, di sana akan diadakan acara setahun sekali, yaitu Mangkunegaran Art Festival. Kami berjalan kaki menuju tempat tersebut, sebuah panggung berbentuk rumah joglo yang berumur ratusan tahun. Berbagai penampilan disuguhkan di sana. Aku dan Pak Samsuni juga menikmati nasi (yang entah apa namanya) yang dijual di sana. Enak tenan!
Karena hal-hal berbau kesenian daerah seperti ini sudah sering kunikmati di Banjarmasin, aku menghabiskan waktu di sana dengan ngobrol bersama Gunawan, sedangkan Pak Samsuni asik foto-foto dengan kamera LSR-nya.
 penari di mangkunegaran art festival
Gunawan berasal dari Klaten, karenanya ia katanya di blog lebih akrab dengan nama Gunklaten. Namun ia kerja di Surabaya, sebagai ahli SEO sebuah perusahaan pengembang aplikasi untuk Android. Nah, mumpung ketemu pakarnya, aku tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Akan kugali ilmu SEO sebanyak-banyaknya dari Gunklaten. Tapi akhirnya kami justru lebih banyak cerita tentang daerah masing-masing.
Seusai pertunjukan, sekitar belasan orang blogger, berkumpul untuk jalan-jalan mencari makan di pinggir jalan. Selain aku dan Pak Samsuni, ada Gunklaten, Eriek, Mang Ijazi, Erfano, & Mbak Asri. Yang lainnya aku belum kenal.
Setelah cukup jauh jalan kaki kami akhirnya ketemu warung yang cocok. Acara makan-makan tersebut makin asik ketika ada sekelompok pengamen yang sungguh-sungguh asik. Pak Samsuni sampai joget-joget :)
pak samsuni sarman joget
Sampai hotel, aku dan beberapa orang lain yang tadi juga ikut makan bareng mampir di salah satu sudut hotel ketika ada sekelompok blogger yang kumpul-kumpul. Kumpulan tersebut dipimpin oleh Kaka Akin, blogger Samarinda. Setelah mendengarkan sebentar, tahulah aku kalau Kaka Akin mau bagi-bagi kaos, tapi untuk itu ada kuisnya. Aku pun berlama-lama di sana :)
kuis dari kaka akin
Kuisnya ialah menceritakan salah satu dari dua topik. Topik pertama, apa yang membuatmu merasa di rumah ketika jauh dari rumah. Topik kedua, ceritakan tentang teman sebangku waktu SD. Keduanya harus dengan hati. Aku dapat topik yang kedua. Aku cerita, meskipun akhirnya kalah juga. Tapi tak apa, yang penting fun...
Beberapa blogger cowok, termasuk aku masih bertahan di sana ketika acara sudah bubar, mencicipi nikmatnya oleh-oleh dari blogger Aceh, kopi Aceh. Aku tak bisa banyak mencicipi, takut nanti tidak bisa tidur, sementara besok masih banyak agenda yang mengharusnya stamina fit.
See you...! *sok English*

Kamis, 09 Mei 2013

Ke Solo, Ikut Asean Blogger Festival Indonesia 2013 #2: Solo Nyaman, Solo Berkesan

kamar baru
Hari 2

Acara baru akan dimulai malam hari, pukul 19.30. Aku jalan-jalan keliling hotel, melihat-lihat apa saja yang biasa dilakukan orang kaya. Ada kolam renang dan bue berbikini di sini. Ada souvenir-souvenir yang dijual dengan harga berkali-kali lipat. Hotel ini didesain dengan arsitektur jawa. Semua dipoles dengan model yang mengesankan Jawa. Ada peralatan lengkap musik gamelan Jawa. Musik gamelan disetel di lobi dan ruang makan.
Aku sudah menempati kamar baru, tidak lagi sekamar dengan panitia. Satu kamar ada tiga orang, tapi belum ada yang datang selain aku. Peserta mulai berdatangan hari ini. Ah, berarti aku peserta pertama yang datang! :D

kolam renang kusuma sahid prince hotel solo
Sebenarnya enak juga di kamar Mas Yulef dan Mas Erfano. Aku bisa tahu langsung suara dari panitia, keluhan-keluhan mereka tentang manjanya peserta, bagaimana mengelola dana, dan lain-lain. Namun tak apa lah pindah kamar, aku jadi bisa mengenal orang-orang baru. Panitia memang sudah mengatur agar peserta dari daerah yang sama ditempatkan terpisah, jadi aku tidak akan sekamar dengan Pak Samsuni.
Dari surat pemberitahuan, cuma sarapan yang digratiskan pihak hotel, maka mau tak mau aku harus cari makan siang. Aku keluar hotel, berjalan tidak jauh dan singgah di warung gudeg. Dengan penjaga warung, aku terlibat pembicaraan yang menarik. Dari penjaga warung itu pula aku tahu saat itu jam berapa (aku langsung mengatur jam di ponselku agar sesuai) dan zuhur pukul 11.30-an waktu setempat. Beda satu jam berarti dengan di Banjarmasin, jadi waktu shalat yang lain tinggal dikurang satu jam saja dengan biasanya di Banjarmasin. Ah, Solo...
gudeg solo
Sore hari datang teman sekamar, yaitu Pak Ijazi dari Serang, Banten. Kami berkenalan. Ia adalah bapak tiga anak, karenanya aku memanggil “Pak”. Pak Ijazilah yang meminjamiku baju batik buat acara di kediaman walikota Solo pada malam nanti (aku baru tahu bahwa peserta harus mengenakan batik pada acara tersebut).
Jam tujuh malam Pak Ijazi keluar kamar buat lihat-lihat. “Sudah banyak orang di depan buat nunggu berangkat ke rumah walikota,” terang Pak Ijazi sekembali ke kamar. Tapi karena acaranya masih setengah jam lagi, kami tetap bersantai di kamar. Aku keluar kamar pukul 19.20, dan plang! Kami ternyata sudah ketinggalan!
Aku memberitahu Pak Ijazi. Ada beberapa peserta juga yang ketinggalan. Mas Yulef kukabari. Ia lalu menelpon, menanyakan jumlah orang yang ketinggalan dan memberitahu nanti akan ada jemputan. Bersama orang-orang yang ketinggalan itu kami saling berkenalan dan foto-foto :)
Jemputan datang, kami berangkat bersama dua peserta dari Burma, seorang pemuda dan cewek cantik 8). Rumah walikota Solo memang hebat. Acara berlangsung di halaman belakang. Banyak peserta yang berdiri karena tidak dapat tempat duduk, maklumlah, pesertanya sangat banyak. Beberapa pejabat memberi sambutan termasuk Sang Walikota yang aku tidak tahu siapa namanya. Pak Walikota menjelaskan bagaimana perkembangan Kota Sola. Bagaimana pemerintah memajukan usaha-usaha kecil demi kesejahteraan warganya, bagaimana meningkatkan pendidikan untuk mereka yang tidak berkecukupan agar bisa siap kerja, salah satunya pelatihan las dalam air. Beliau juga cerita bagaimana merelokasi pedagang kaki lima selama 9 hari 9 malam tanpa ada kekerasan, bagaimana memanusiakan manusia. Aku terkesan.
dinner di kediaman walikota solo
Tapi aku tak dapat tempat duduk, juga yang terpenting aku tak punya kenalan akrab. Orang-orang ramai, mereka seperti reuni, ketemu teman lama. Aku benar-benar sendiri. Beruntunglah, saat acara sudah hampir selesai Pak Samsuni datang. Aku pun akhirnya punya teman bicara.
Acara selesai. Peserta kembali ke hotel mereka, sebagian di hotel Kusuma Sahid, sebagian lagi di hotel Sahid Jaya. Pak Samsuni ikut ke hotel Kusuma Sahid, karena barang beliau di sana, meskipun akhirnya beliau ditempatkan di hotel Sahid Jaya.
Teman satu kamar yang lain ternyata tiba saat acara di kediaman walikota juga, sama seperti Pak Samsuni. Ia Erik, blogger dari Palembang dan ayah satu orang putri berumur 6 bulan.
Itu saja cerita hari ini. Aku ingin tidur dengan nyenyak...